Saturday, 19 October 2019

Buntut Kemaluan Santri Dopotong

Satpol PP Razia Pelacur di Pamulang

Rabu, 15 Mei 2013 — 19:45 WIB
ziapamu155

PAMULANG (Pos Kota) – Buntut kasus pemotongan alat kelamin santri di kawasan Pamulang Timur, Pamulang membuat Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) merazia puluhan pekerja seks komersial (PSK) yang biasa mangkal di sejumlah wilayah Tangsel.

“Kami bukan penjahat atau pencuri kenapa harus ditangkap seperti ini,” ujar satu wanita berpakaian ketat yang terjaring razia di Ciputat kepada sejumlah petugas Satpol PP yang mendata mereka di aula Kecamatan Ciputat, Selasa malam (14/5) hingga Rabu dinihari (15/4).

Namun keluhan itu tidak ditanggapi petugas dan langsung membawa pelacur ke Panti Sosial Cipayung, Jakarta Timur.

Razia dilakukan oleh tim gabungan Satpol PP Tangsel, Polsek Ciputat dan Garnisun Tangsel. Kepala satpol PP Tangsel, Sukanta, mengatakan ada sekitar 25 wanita malam yang disinyalir bekerja sebagai PSK dijaring.

Razia itu, tambah dia, dilakukan karena maraknya kehadiran wanita malam yang banyak dikeluhkan warga sekitar.“Mereka tak hanya bekerja di tempat hiburan malam atau warung remang-remang saja tapi banyak yang berkeliaran di pinggir jalan,” tuturnya.

MENDAPAT PERLAWANAN

Razia di kawasan Ciputat, Pamulang dan kawasan lain di Kota Tangsel ini juga
mendapatkan perlawanan sejumlah oknum yang meminta petugas Satpol PP
Tangsel melepaskan wanita malam .

Oknum yang meminta petugas setempat melepaskan wanita malam dengan alasan mengaku saudara, adik atau kenalan.

“Untuk menghindari hal yang tak diinginkan terpaksa sebagian wanita malam yang terjaring razia dilepaskan petugas dan dikembalikan ke warga yang meminta melepaskan mereka,” kata Kepala Seksi Penertiban Saran Hiburan dan Rekreasi Satpol PP Taufik W.

Tuti, warga Ciputat, mengaku gusar dan risih melihat aksi wanita malam yang kerap mangkal di pinggir jalan dekat dengan tempat hiburan malam. “Kami memang minta agar ditertibkan sehingga kesan mesum di wilayah ini hilang. Kalau perlu setiap kegiatan berkoordinasi dengan tingkat kelurahan dan kecamatan setempat,” tuturnya. (anton)

Teks: Sejumlah wanita yang terjaring razia tim gabungan Pemkot Tangsel didata petugas. (anton)