Monday, 14 October 2019

Warga Tangsel Desak Pemkot Gelar Razia PMKS

Rabu, 22 Mei 2013 — 23:08 WIB
Wanita Malam-n

SERPONG (Pos Kota) – Kehadiran wanita malam di wilayah Tangerang Selatan, dikeluhkan warga sekitar maupun pemakai kendaraan yang melintas karena aksinya berdiri di pinggir jalan, warung rokok, warung kopi hingga di lahan parkir tempat hiburan malam tersebut.

Warga mendesak Pemkot setempat melakukan razia atau penertiban terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) khususnya pelacur jalanan yang dinilai sudah menganggu kenyamanan serta membuat risih lingkungan sekitar.

“Kami berharap ada upaya penertiban atau razia terhadap aksi pelacur jalan atau wanita malam yang kebanyakan mangkal di sejumlah tempat hiburan malam seperti kafe dan warung remang-remang,” keluh Ny. Inah, warga Pondok Aren, Tangsel, Rabu (22/5).

Menurut dia, penertiban atau razia sebetulnya sudah sangat dinantikan karena sangat sudah mengganggu kenyamanan serta membuat risih yang melihat. “Banyak anak kecil atau remaja yang dikhawatirkan mencontoh aksi tersebut,” ujarnya yang mengaku kondisinya tentunya tak sejalan dengan motto Kota Tangsel yaitu Cerdas, Modern dan Religius.

Hal senada dikatakan Kadir, warga Ciputat, yang mengaku kegiatan razia pelacur jalanan dan minuman keras (miras) seharusnya dilakukan secara rutin sehingga dapat mengurangi keberadaan warung remang-remang atau tempat hiburan malam liar di sepanjang jalan utama maupun protokol dikawasan Kota Tangsel.

“Tak hanya membuat risih tapi suara gaduh musik hidup maupun pengunjung yang mabuk juga membuat warga kesal,” tuturnya yang berharap jajaran Pemkot Tangsel hendaknya giat mensosialisasikan masalah ini ke pihak lingkungan sekitar baik RT, RW dan kelurahan serta organisasi massa lain yang ada agar bersama menjaga lingkungan Kota Tangsel.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Polpp) setempat, Sukanta, mengatakan pihaknya tetap akan melakukan razia atau penertiban terhadap PMKS khususnya wanita malam yang berada di tujuh kecamatan.

“Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan saat melakukan razia seperti kasus penolakan sejumlah warga ke kantor Kec. Ciputat yang meminta melepaskan wanita malam hasil razia beberapa waktu lalu pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Polsek, Koramil, kecamatan, kelurahan dan lainnya,” tuturnya. (anton/d)