Monday, 16 December 2019

Tak Masuk DPT, Warga Masih Punya Hak Pilih Pemilu 2014

Jumat, 31 Mei 2013 — 16:25 WIB
kotak

JAKARTA (Pos Kota) – Masyrakat yang tidak terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), tapi memenuhi syarat sebagai pemilih,  masih punya  hak pilih pada Pemilu 2014. Demikian dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Husni Kamil Manik.

Hal ini sesuai dengan Pasal 40 ayat 5 Undang-Udang Nomor 8 Tahun 2012, tentang Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD, dimana mereka akan disertakan dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Husni mengatakan, dalam pasal 40 ayat 5 tersebut dijelaskan, dalam hal terdapat warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih dan tidak memiliki identitas kependudukan dan/atau tidak terdaftar dalam daftar pemilih sementara, daftar pemilih sementara hasil perbaikan, daftar pemilih tetap, atau daftar pemilih tambahan, KPU Provinsi melakukan pendaftaran dan memasukkannya ke dalam daftar pemilih khusus.

“Nah dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2013 pasal 35 ayat 1 juga mengatur demikian. Disebutkan dalam hal setelah DPT ditetapkan dan diumumkan, jika masih terdapat pemilih yang tidak terdaftar, PPS (Panitia Pemungutan Suara) mendaftarkan pemilih tersebut ke dalam DPK. PPS melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa pemilih telah memenuhi syarat sebagai pemilih,” ujarnya di Jakarta, Jumat (31/5/2013).

Husni menjelaskan, PPS menyusun DPK paling lambat 14 hari sebelum pemungutan suara. PPS kemudian menyampaikan DPK kepada KPU Provinsi melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan KPU Kabupaten/Kota, paling lambat satu hari setelah ketua dan anggota PPS memberi paraf pada DPK tersebut.

“Jadi KPU Provinsi menetapkan DPK berdasarkan usulan PPS paling lambat 7 hari sebelum pemungutan suara,” ujarnya.

Selain itu, Husni menyampaiakan, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 102/PUU-VII/2009 WNI yang memenuhi syarat memilih tapi tidak terdaftar dalam DPT  juga dapat menggunakan hak pilih dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dalam putusan tersebut MK menyatakan selain WNI yang terdaftar dalam DPT, WNI yang belum terdaftar dalam DPT dapat menggunakan hak pilih dengan menunjukan KTP yang masih berlaku, atau paspor yang masih berlaku bagi WNI yang berada di luar negeri.

“Tapi selain menunjukkan KTP, warga negara tersebut juga wajib melengkapinya dengan Kartu Keluarga (KK) atau nama sejenisnya. Penggunaan hak pilih bagi WNI dengan menggunakan KTP yang masih berlaku hanya dapat digunakan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di RT/RW atau nama sejenisnya sesuai dengan alamat yang tertera di dalam KTPnya,” kata Husni.

Syarat lain, sebelum menggunakan hak pilih, warga negara tersebut juga terlebih dahulu harus mendaftarkan diri pada KPPS setempat yang dilakukan satu jam sebelum selesainya pemungutan suara di TPS atau TPS Luar Negeri setempat.

(rizal/sir)