Tuesday, 22 October 2019

Jatim Kekurangan Bidan

Selasa, 25 Juni 2013 — 11:47 WIB

SURABAYA (Pos Kota)-Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) masih kekurangan tenaga kesehatan di sektor kebidanan, pasalnya dari jumlah bidan yang terdata di Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Timur, saat ini hanya ada 17.000 tenaga bidan saja yang tersebar di Jawa Timur. Padahal jumlah itu tidak sebanding dengan rasio penduduk Jatim yang mencapai 37,2 juta jiwa.

Setidaknya dalam satu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di berbagai pelosok Jawa Timur, membutuhkan hingga 10 tenaga bidan, atau dalam satu desa terdapat hingga 5 tenaga bidan yang melayani masyarakat.
Gubernur Soekarwo mengatakan, minimnya tenaga bidan itu menyebabkan pelayanan kepada masyarakat kurang prima, apalagi tenaga bidan merupakan tenaga yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat hingga pelosok desa, sehingga perlu adanya penambahan tenaga bidan lebih banyak lagi.

“Saat ini ada sekitar 3.000 bidan yang masih berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT), kami usahakan nanti akan beralih status menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Pemprov Jatim telah mengajukan untuk penambahan tenaga bidan melalui rekruitmen PNS nanti lebih banyak lagi,” ujarnya.

Soekarwo berharap, tenaga bidan di Jawa Timur bisa lebih banyak lagi, apalagi dedikasi yang telah dilakukan oleh bidan dalam melayani kesehatan masyarakat sangat tinggi. Bukan hanya membimbing dukun bayi dalam melayani proses persalinan masyarakat saja, melainkan hampir 80 persen program kesehatan di Jawa Timur dijalankan oleh bidan.

“Kami juga bangga pada IBI yang berhasil menuntaskan target Milenium Development Goals (MDGs) dalam bidang penanganan gizi masyarakat dan penurunan tingkat kematian ibu dan bayi di Jawa Timur,” terangnya.

Tugas menyelamatkan kelahiran dan penerapan KB yang biasa dilakukan oleh bidan pada masyarakat selama ini dianggap cukup berhasil, sehingga menurut Soekarwo, standar minimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus selalu ditingkatkan lagi.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Harsono mengatakan, tingginya peran bidan di masyarakat mulai dari Polindes, Poskesdes, Puskemas, hingga rumah sakit menunjukkan ketergantungan pemerintah pada tenaga bidan sangat besar untuk meningkatkan sektor kesehatan di Jawa Timur.

“Program kesehatan Pemerintah di lapangan saat ini yang menjalankan adalah bidan. Mulai dari proses melahirkan, program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), program KB (keluarga berencana), hingga mengedukasi para dukun bayi,” jelasnya.

(nurqomar/sir)

Terbaru

Satpol PP Kecamatan Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Inbox
	x
Rachmi Siregar
	
Attachments7:39 PM (3 hours ago)
	
	
to harianposkota, me
TAMBORA (Pos Kota) - Jajaran Satpol Pamong Praja (PP) Kecamatan Tambora, Jakarta Barat sejak dua bulan terakhir menggenjot patroli wilayah dengan bersepeda.

"Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Barat, kami mentradisikan bike for work (sepeda untuk bekerja)," kata Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro saat pantauan wilayah bersama tim, Selasa (22/10/2019).

Selain mengoptimalkan monitoring wilayah lanjut Ivand, dengan bersepeda bertujuan memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Termasuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang sebagian besar disebabkan dari maraknya penggunaan kendaraan pribadi.

Menurut Ivand, patroli bersepeda dilaksanakan rutin setiap hari kecuali Sabtu. Di mulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Sedangkan, patroli sore mulai pukul 14.00-16.00 WIB. Sementara anggota satpol PP yang berpatroli berjumlah 4-6 personil. 

Patroli bersepeda difokuskan pada sterilisasi pedestrian atau trotoar jalan yang dipakai untuk berdagang. "Target kami adalah sterilisasi trotoar dari pedagang kaki lima, parkir liar, dan penempatan barang dagangan pemilik toko dan ruko," terangnya.

Saat tengah patroli bersepeda di ruas Jalan Tubagus Angke dan Jalan Prof. Latumenten, petugas gabungan satpol PP dan Satpel Sudin Perhubungan Kecamatan Tambora menderek satu mobil yang diparkir di bahu jalan. Serta mencabut pentil satu mobil lainnya, menghalau tujuh pedagang kaki-5 dan memberi sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan di trotoar. (Rachmi)

Teks foto:
Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro bersama jajaran berpatroli ke wilayah dengan bersepeda. (Rachmi)
Rabu, 23/10/2019 — 2:25 WIB
Satpol PP Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Juru bicara KPK, Febri Diansyah.  (julian)
Selasa, 22/10/2019 — 22:31 WIB
KPK akan Hadapi Gugatan Praperadilan Imam Nahrowi
Arminsyah,  Wakil Jaksa Agung yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.
Selasa, 22/10/2019 — 21:01 WIB
Jokowi Tunjuk Arminsyah Jadi Plt Jaksa Agung