Friday, 22 November 2019

H-4 Lebaran Mobil Barang Dilarang Lewat Pantura

Rabu, 26 Juni 2013 — 22:33 WIB
iluh-4

JAKARTA (Pos Kota) – Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimuso minta masyarakat mewaspadai lokasi rawan macet di Jawa Barat pada masa angkutan Lebaran 2013 seperti Simpang Jomin, Pasar Ciasem, Gerbang Tol Cikopo dan Pasar Patrol.

Sedangkan untuk jaur lingkar Nagrek perlu penertiban pedagang yang berjualan di pinggir karena berpotensi menyebabkan kemacetan.

Hal itu dikatakan Soeroyo usai rapat koordinasi angkutan Lebaran 2013 di Kemenhub Rabu (26/6). “Selain itu masih terdapat pasar tumpah di sepanjang Pantura yang berpotensi menyebabkan kemacetan,” ujarnya.

Untuk itu kita mengimbau pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan kepolisian yang di wilayahnya terdapat pasar tumpah untuk bersama-sama mengantisipasi dan ikut membantu agar lebih menertibkan pedagang yang berjualan.

MOBIL BARANG
Terkait pengaturan lalu lintas pada masa angkutan Lebaran 2013, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah menerbitkan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor Sk.3820/AJ.201/DRJD/2013 tentang Pengaturan Lalu Lintas, Pengoperasian Mobil Barang dan Pengoperasian Jembatan Timbang Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2013 (1434 H).

Terhitung mulai 4 Agustus 2013 (H-4) pukul 00.00 WIB hingga 8 Agustus 2013 (H1) pukul 24.00, mobil barang di delapan Provinsi (Lampung, Pulau Jawa dan Bali) dilarang beroperasi, kecuali mobil pengangkut BBM/BBG, ternak, sembako, pupuk, susu murni dan barang antaran pos.

Kepada pengemudi angkutan barang agar lebih mempercepat pengriman barangnya sebelum tanggal larangan lewat, sehingga tidak mengganggu pasokan sembilan bahan pokok.

Selain itu, Jembatan Timbang pada masa angkutan Lebaran di delapan provinsi tidak berperoperasi mulai 1 Agustus 2013 (H-7) sampai 16 Agustus 2013 (H+7), karena jembatan timbang akan digunakan sebagai rest area bagi pengguna jalan.

Menhub EE Mangindaan memprediksiakan ada kenaikan 4,46 jumlah pemudik tahun 2013 atau dari 17.326.060 orang menjadi 18.098.837 orang.

Rinciannya, penumpang angkutan jalan 6,22 juta, angkutan sungai dan pelabuhan 3,33 juta, kereta api 3,12 juta, angkutan lut 1,66 juta dan angkutan udara 3,36 juta orang.

Sedangkan untuk masyarakat yang menggunakan jalan darat atau mobil pribadi sebanyak 1,76 juta dari 1,65 juta tahun lalu. Untuk sepeda motor 3,02 juta pengendara dari 2,8 juta tahun lalu. “Khusus motor akan dibuatkan jalur khusus alternatif” ujarnya.

Untuk jumlah angkutan lebaran khusus bis AKAP dioperasikan sebnyak 21.782 bis dan 14.075 bus AKDP, SERTA 2.432 bis pariiiwiisata. Khusus kereta api sebanyak 265 keeta reguler, 44 kereta lebaran, 320lokomotif dan 1.558 kereta penumpang, ditambah angkutan sungai ada 154 kapal Roro.

Sedangkan angkutan laut terdiri 25 kapal Pelni, 26 kapal Roro, 67 kapal cepat swasta, 1.049 kapal swasta jarak dekat, 80 kapal perintis, 1 kapal TNI AL. Adapun angkutan udara tedapat 382 pesawat dengan kapasitas 50.747 kursi. (Dwi)