Tuesday, 10 December 2019

Mulai Berlaku 1 Juli, Tarif KRL Bogor-Jakarta Cuma Goceng

Jumat, 28 Juni 2013 — 13:37 WIB
Commuter Line

Commuter Line

JAKARTA (Pos Kota) –  Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional I Jakarta, Sukendar Mulya pun memprediksi  setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ditambah diturunkannya tarif KRL commuter line akan  banyak masyarakat yang bakal memilih KRL Commuter Line sebagai alat transportasi mereka.

“Saya yakin akan ada migrasi penumpang dari berkendaraan sendir. ke kereta api setelah harga BBM naik dan tarif kereta turun,,” ujar Sukendar.

Saat ini jumlah penumpang comuter line Jabodetabek per harinya  mencapai 500.000. Setelah harga BBM naik dan tarif turun diprediksi meningkat menjdi  700.000 orang per hari.

Dikatakannya  PT KAI sudah siap mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut. Meskipun mulai Agustus 2013 PT KAI akan menyetop operasional KRL ekonomi non AC. Sebab. Saat ini ada 575 set kereta api di Daop I.

TARIF TURUN

Menurutnya,  tarif KRL, mulai 1 Juli 2013 mendatang yang semula untuk lima stasiun awal, per penumpang  akan dikenakan  tarif Rp3.000,  Lalu tiga stasiun selanjutnya ditambah sebesar Rp1.000 atau total Rp9 ribu.  Namun kini  tarifnya menjadi tiap lima stasiun awal dikenakan  Rp2.000 dan tiga stasiun selanjutnya Rp 500/penumpang atau Bogor Jakarta hanya Rp 5 ribu (goceng).

Dengan tarif progresif ini akan berlaku sistem tiket elektronik alias e-ticketing. Dengan sistem e-ticketing dan tarif progresif ini  biaya perjalanan per penumpang akan dihitung berdasarkan jumlah stasiun yang dilalui.

(dwi/sir)