Tuesday, 10 December 2019

Hari Kedua Masih Antre, Penumpang KCL Keluhkan Tarif

Selasa, 2 Juli 2013 — 11:14 WIB
antri-penumpang-ka

DEPOK (Pos Kota) – Penumpang kereta KRL Commuter Line (CL) mengeluhkan tidak sesuainya tarif progresif ke tempat stasiun yang dituju. Angel, seorang penumpang mengeluhkan tarif sekali pemberangkatan dikenakan dua kali lipat dari tarif semula.

“Masa terpotong tujuh ribu rupiah mau ke Stasiun Cawang. Biasa hanya tiga ribu rupiah,” katah Angel, satu pegawai swasta di Jakarta ini, Selasa (2/7) pagi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Stasiun KA Depok Baru, Didin, mengatakan apa yang dikeluhkan calon penumpang dikarenakan sewaktu mau berangkat kartunya lupa ditempelkan pada mesin.

“Ada dua kartu yaitu progresif dan Multi Trip. Kartu multi trip abodemen Rp 50 ribu termasuk pulsa. Kalau kartu progresif setiap mau menuju ke tempat pemberhentian stasiun, kartunya ditempelkan di mesin tap in dan sampai di stasiun yang dituju tempel ke mesin tap up,”ujarnya kepada Pos Kota.

Jika penumpang melupakan top up. Konsekuensinya proses dua kali otomatis pemotongan dua kali akan terjadi. “Seharusnnya penumpang harus melakukan menempelkan kartu ke mesin top in, sampai di tujuan baru top up. Karena sistem komputer sehingga akan terpotong otomatis,”katanya.

Sementara itu mantan KS Serang ini, dari jauh-Jauh hari telah memberikan sosialisasi tentang kartu progresif dan Multi Trip. “Pemberitauan telah kita kasi selembaran maupun tempelan brosur di stasiun,”tuturnya.

Berdasarkan pantauan Pos Kota pada hari kedua pemberlakuan e-tiketing, suasana antrian membeli kartu progresif mengantri sejauh 10 meter dari loket. Hal itu sering terjadi di saat waktu jam kerja dan pulang kerja. Selain itu masih kurang tertibnya penumpang yang masih ada duduk di atas gerbong.

(angga/sir)

antri-penumpang-kaTeks Foto: antrian penumpang terjadi saat mengantri di Loket. (angga)