Sunday, 20 October 2019

Ribuan Peserta Ikuti Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum

Selasa, 2 Juli 2013 — 10:35 WIB
audisi-sub

KUDUS (pos Kota) – Dari ribuan peserta yang mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis PB Djarum bertajuk ‘Win The Big Five’ di Jati Kabupaten Kudus, 28-30 Juni kemarin, menyimpan berbagai  cerita tersendiri. Salah satunya adalah Muhammad Mochdar dari Ternate, Maluku Utara yang sudah mendaftar tiga kali dan kisah putri asal Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sabilla Yasarah.

Bisa mewujudkan mimpi menjadi pemain bulutangkis binaan PB Djarum memang telah menghipnotis sejumlah kalangan masyarakat Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan jumlah peserta audisi yang mencapai angka lebih dari seribu orang. Terlebih ajang ini diadakan di saat para peserta tengah menjalani libur sekolah. Tidak heran jika mereka yang datang tidak hanya warga sekitar, tapi juga mereka yang berasal dari Pulau Jawa, seperti Mochtar.

“Saya datang bukan karena keinginan orang tua, tapi karena saya memang punya keinginan untuk menjadi pemain bulutangkis seperti pujaan saya, Ricky Mainaky. Saya bahkan sudah mengikuti audisi di sini sebanyak tiga kali. Saya ingin menunjukkan bawah bukan hanya Ricky Mainaky saja, orang maluku yang bisa mengibarkan bendera Merah-Putih. Saya juga ingin melakukan hal yang sama, jika saya benar-benar terpilih dan lolos audisi,” kata Mochtar.

Mochtar yang datang dengan sang ayah, Abdilah BSA juga berharap jika audisi yang ia ikuti kali ini, bisa membawanya lolos dan menjadi pemain binaan PB Djarum. Harapan yang sama juga diungkapkan Sabilla. Putri asal NAD yang datang bersama sang ibu, Inong itu memang sudah menyukai bulutangkis sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Putri yang akrab disapa Billa itu bahkan sudah memiliki modal setelah menjadi juara di turnamen Batam Terbuka kategori usia dini tahun 2012 lalu.

“Saya ingin mengharumkan nama Aceh di level nasional dan internasional. Alasan memilih bulutangkis karena olahraganya unik. Semua tubuh bergerak, tidak seperti olahraga lain seperti renang. Kebetulan ayah saya juga pelatih bulutangkis di Meulaboh,” kata Billa, yang mengidolai pebulutangkis tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanorn.

Uniknya, sejak kecil Billa memang dianggap sebagai anak yang terbiasa dengan cobaan berat. Usut demi usut, saat masih berusia dua tahun, Billa rupanya pernah menjadi salah satu korban bencana tsunami yang menimpa Provinsi paling Barat Indonesia tersebut pada tahun 2004 silam. Ia sempat hanyut terbawa arus ‘air bah’ dan baru ditemukan sekitar Maghrib. Beruntung, Billa selamat dan masih suka teringat dengan bencana yang menimpanya saat itu.

(junius/sir)

Teks Gbr- Muhammad Mochdar dan pemain jebolan PB Djarum, Vita Marissa di sela-sela audisi di GOR Djarum, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

  • LATIF RIDHO

    you re good ndar ,.. :D

Terbaru

Posko Pengaduan Masyarakat (PPM) Kelurahan Glodok.
Senin, 21/10/2019 — 1:44 WIB
PPM Glodok Sepi Pengaduan Warga
Marcus Rashford merayakan gol yang dicetaknya untuk Manchester United. (reuters)
Senin, 21/10/2019 — 0:40 WIB
Diimbangi MU, Liverpool Tak Lagi Menangan
Peresmian bank sampah di RW 04 Rawa Bunga, Jatinegara. (ifand)
Minggu, 20/10/2019 — 23:58 WIB
Kelurahan Rawa Bunga kini Miliki 20 Bank Sampah