Saturday, 19 October 2019

Akibat Desak-Desakan, BLSM Renggut Satu Nyawa di Jember

Selasa, 9 Juli 2013 — 11:32 WIB
pembagian-BLSM

JAKARTA (Pos Kota) – Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) faktanya banyak menimbulkan permasalahan di lapangan. Bahkan kabar terbaru BLSM telah merengut satu nyawa melayang saat pembangian di Jember Jawa Timur.

“Seperti yang terjadi di Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jatim, Minggu (7/7/2013) kemarin, satu warga meninggal dunia akibat berdesakan saat pembagian BLSM,” seru  Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nur Yasin, dalam siaran pers kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/7).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu melihat banyak masalah dalam pelaksanaan penyaluran dana bantuan itu seperti penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran dan juga penyalah gunaan. “Banyak BLSM yang jatuh pada orang yang tidak berhak, masih terdata orang yang sudah meninggal sebagai penerima BLSM, ada pemotongan dana BLSM sebesar Rp 20.000 dengan alasan untuk dibagi ke mereka yang belum dapat, serta Ketua RT/RW yang kerap menjadi sasaran komplain dari warga yang tidak mendapatkan BLSM,” terang Yasin.

Untuk itu, lanjutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengeluarkan data tidak akurat lantaran data yang dikeluarkan 2011 harus bertanggung jawab atas kekacauan penyaluran bantuan itu.
“BPS harus mengevaluasi metode dan cara pelaksanaan pencacahan data di lapangan. Pencacahan data di lapangan harus melibatkan kepala desa dan ketua RT/RW, karena merekalah yang lebih mengetahui warga setempat,” kata Yasin..

Ditambahkan Yasin, pemerintah harus mempertegas kriteria miskin di lapangan. “Sebaiknya kriteria miskin tidak berlaku secara nasional. Saya meminta kepala daerah khususnya di Dapil Jatim IV untuk menunda pembagian BLSM hingga menunggu akurasi data penerima,” pungkasnya.

(prihandoko/sir)