Tuesday, 22 October 2019

Jokowi Minta Pedagang Takjil Jangan Jualan di Trotoar

Rabu, 10 Juli 2013 — 22:37 WIB
jokjil107

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan menertibkan pedagang takjil yang menjajakan dagangannya di sarana umum, seperti badan jalan maupuan trotoar.

Gubernur Jokowi mempersilakan warga ibukota untuk berjualan takjil selama Ramadhan. Asalkan hal itu dilakukan tidak mengganggu kenyamanan warga lainnya. “Saya apersilahkan warga untuk berjualan selama itu tidak mengganggu. Jika memang berjualannya di tempat terlarang maka aturan akan kita tegakkan,” tegasnya, di balaikota, Rabu (10/7).

Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus menertibkan Pedagang Kaki-5 yang keberadaannya memang mengganggu kenyamanan warga lainnya. Misalnya, di Pasar Tanah Abang, Pasar Minggu dan kawasan Jatinegara. Seluruh Kaki-5 di relokasi ke tempat yang disediakan. Utamanya Kaki-5 yang memiliki KTP DKI Jakarta.

“Kita mendorong Kaki-5 masuk ke kantong kawasan yang sudah disediakan, sehingga tidak berjualan di badan jalan yang mengganggu lalu lintas. Semua orang juga sudah tahu, tidak boleh jualan di jalan,” tegasnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya saat Ramadhan, pedagang takjil dadakan bermunculan di berbagai ruas jalan, seperti Jalan Fatmawati, Jalan Raya Bogor, Jalan Kebon Sirih, Jalan Sabang, dan Jalan Jaksa. Mereka menjual berbagai macam takjil seperti kolak, bubur sumsum, es kelapa, atau gorengan, dengan perlengkapan sederhana, hanya dengan sebuah meja yang diletakkan di tepi jalan. (guruh/st)

Teks ;Sejumlah warga memadati pasar jajanan Benhil, Jakarta, membeli takjil untuk buka puasa. (toga)