Wednesday, 11 December 2019

Akibat Diguyur Hujan

Jalur Pantura Rusak Belum Diperbaiki

Jumat, 12 Juli 2013 — 7:09 WIB
ilusjalur

INDRAMAYU (Pos Kota) – Kerusakan jalan di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat karena diguyur hujan lebat beberapa waktu lalu belum ada tanda tanda bakal diperbaiki.

Padahal arus mudik Lebaran sudah di depan mata. Kerusakan jalan bakal menambah jumlah pengendara sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas kerena sepeda motornya terjatuh terperosok jalan rusak.

Pemantauan Pos Kota, jalan rusak di Jalur Pantura Indramayu paling parah melanda ruas jalan di Kecamatan Lohbener, Cadangpinggan dan Kandanghaur.

Sementara Jalur Tengah yang menghubungkan Sadang – Subang – Bantarwaru – Cikawung Kabupaten Indramayu – Ujung Jaya Kabupaten Sumedang paling parah pada ruas Ckawung – Bantarwaru.

Jalur Tengah itu biasanya digunakan untuk mengurangi beben kemacetan lalu lintas di Jalur Pantura pada H-1 sampai H+7 Lebaran. Biasanya jika volumr kendaraan yang melintas Jalur Pantura padat merayap atau macet petugas di pintu tol Cikampek akan mengalihkan rute perjalanan menuju Jalur Tengah yang meliputi ruas jalan Sadang – Subang – Bantarwaru – Cikawung – Ujung Jaya Kabupaten Sumedang.(taryani)

  • sulistiono

    masih banyak titik titik rawan macet sebagai akibat rusaknya jalan dan juga pasar di Pantura. Dari Cikampek sampai Cirebon kurang lebih terdapat 6 titik rawan macet.

    Sejak keluar dari Cikampek, suguhan macet sudah mulai
    terasa. Meski kondisi jalan masih ada
    lubang-lubang kecil, namun arus masih tetap bergerak. Memasuki jalanan
    Sukamandi, jalan mulai membaik, namun tetap banyak lubang-lubang. Belum lagi adanya pasar yang juga dapat membuat
    kemacetan.

    Di jalan raya Sukamandi ke arah Ciasem terjadi kemacetan
    yang juga cukup panjang. Tiga deret
    kendaraan menikmati alunan jalan yang juga bergelombang. Perjalanan di wilayah ini meiliki kecepatan
    tidak lebih dari 5 km/jam. Bahkan sering
    kali berhenti karena menunggu alur di depan untuk bisa berjalan

    Di wilayah Ciasem, jalan sudah mulai membaik. Jalur pemisah yang terkesan belum dirapikan,
    membuat pengemudi ekstra hati-hati karena batu pemisah jalan tersebut kadang-kadang berserakan yang bisa membahayakan bagi
    pengguna jalan.

    Sejak keluar dari perbatasan Karawang sampai Pamanukan
    terjadi kemacetan yang cukup panjang.
    Pembuat macet adalah perbaikan jalan di depan pasar Ciasem.

    Memasuki Pamanukan,di pertigaan menuju Blanakan banyak
    dijumpai deretan mobil yang parkir di bahu jalan. Truk yang berderet-deret di bahu jalan
    memaksa pengemudi harus ekstra berhati-hati.
    Apalagi kalau memanfaatkan bahu jalan.
    Tidak jarang truk yang berhenti tsb tidak memasang segi tiga pengaman
    atau tanda lainnya agar pengemudi bisa lebih berhati-hati dalam melewati bahu
    jalan tersebut.

    Hal yang cukup menarik adalah cara membunuh kebosanan selama
    berkendaraan di Pantura karena kemacetan.
    Salah satunya adalah dengan mendengarkan musik yang berasal dari radio
    atau tape. Tip ini sangat efektif untuk
    bisa dipakai jika bepergian lewat pantura yang sering macet. Tip berikutnya
    adalah beristirahan di parkir POM bensin, di rumah makan atau di masjid (jangan
    berhenti di bahu jalan, berbahaya) .
    Namun alternative ke dua akan mendapatkan antrian yang menjadi lebih
    panjang lagi. Jika membawa anak kecil,
    bawalah beberapa makanan ringan yang
    menjadi kesukaan anak-anak. Ice cream,
    permen, donat dll merupakan makanan ringan yang dapat menjadikan anak-anak
    tidak rewel. Jika anak-anak rewel, bapak(yang
    juga sopir) bisa juga bertambah stress.