Monday, 09 December 2019

Lingkungan Danau Toba Rusak, Kalapataru Dikembalikan

Jumat, 2 Agustus 2013 — 21:25 WIB
rusasilindung28

MEDAN (Pos Kota ) – Sebagai bentuk protes akibat rusaknya lingkungan di kawasan Danau Toba,Sumatera utara, tiga pahlawan lingkungan kecewa lalu mengembalikan penghargaan seperti Kapaltaru, Danau Toba Award dan Piala Wanalestari.

“Kami kecewa, karena tidak ada tindak lanjut dari aparat pemerintah menangani aksi pengrusakan hutan yang terjadi di kawasan Danau Toba,” kata Marandus Sirait, Jumat (2/8) di Taman Beringin, Jalan Sudirman Medan.

Menurut dia, sejumlah penghargaan yang mereka terima tidak memiliki arti jika pemerintah tidak menunjukkan niat baik melestarikan lingkungan hidup di kawasan Danau Toba. Terbukti hingga saat ini hutan di kawasan Danau Toba terus menerus menyusut seiring maraknya perambahan hutan.

“Lebih baik tidak ada penghargaan, namun kawasan Danau Toba tetap lestari, daripada mendapatkan penghargaan namun hutan kami hancur,” ujarnya.

Rencananya penghargaan tersebut mereka serahkan ke kantor Gubernur Sumatera Utara dan berharap aksi mereka ini mendapat perhatian pemerintah sehingga kelestarian lingkungan hidup di Indonesia mendapat perhatian yang lebih serius.

Diketahui, Kalpataru yang diperoleh Marandus Sirait untuk kategori Perintis Lingkungan pada tahun 2005. Sementara Kalpataru Hasoloan Manik yang juga Ketua Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (Pilihi) dalam kategori penyelamat lingkungan pada tahun 2010.

Sedangkan Wilmar E Simanjorang mengembalikan Danau Toba Award yang diterimanya pada tahun 2011 dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dalam kapastitasnya sebagai Ketua Badan Pelaksana Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba.

Selain itu ada berbagai piagam dan penghargaan lain yang dikembalikan ketiganya, termasuk penghargaan Wana Lestari yang diterima Simanjorang dari Menteri Lingkungan Hidup Zulkifli Hasan pada tahun 2011. (samosir)

Teks : Pahlawan lingkungan Danau Toba kembalikan penghargaan