Friday, 13 December 2019

Warga Kampung Pulo Antisipasi Banjir

Sabtu, 3 Agustus 2013 — 0:55 WIB
madiau28

JATINEGARA (Pos Kota) – Mengantisipasi datangnya banjir kiriman dari Bogor, Jawa Barat, warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, sibuk memindahkan barang-barang berharganya ke lantai dua masing-masing rumahnya, Jumat (2/8) menjelang tengah malam. Namun, sebagian besar warga tetap memilih tidak mengungsi ke luar rumahnya.

“Iya, sekitar pukul 20:40 tadi saya dapat kabar bahwa ketinggian air di Katulampa sudah mencapai 200 centi meter. Informasi ini juga sudah saya sampaikan ke semua warga dan warga sekarang sedang berbenah mengangkut barang-barangnya ke lantai dua masing-masing rumahnya,” ujar Usep Suhendar, Ketua RT 010/ RW 03, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, kepada Pos Kota, Jumat (2/8) sekitar pukul 23:00.

Menurut Usep, pengalaman seperti ini sudah dua kali warga rasakan sepanjang Ramadhan. Tak pelak, dua kali pula warga menghabiskan waktu sahur dalam kondisi kebanjiran.

“Terakhir dua pekan lalu kami sahur di tengah adanya banjir kiriman dari Bogor. Tapi asalkan ketinggian airnya masih di bawah 2 meter, buat kami hal itu sudah biasa,” tuturnya.

Usep menceritakan, tradisi warga Kampung Pulo umumnya lebih memilih mengungsi ke lantai 2 rumahnya masing-masing ketimbang harus mengungsi ke luar kampung mereka. “Nah, kalau ketinggian air sudah 2 hingga 3 meter lebih mau tak mau kami mengungsi ke luar,” paparnya.

Pemantauan Pos Kota, Jumat (2/8) menjelang tengah malam, hampir seluruh lantai 1 rumah-rumah warga Kampung Pulo terlihat kosong melompong. Masing-masing penduduk di permukiman yang dikeliling Sungai Ciliwung ini, umumnya memang memiliki dua lantai. Di lantai 2-nya itu lah mereka menempatkan benda-benda berharga dan kerap pula mereka jadikan tempat mengungsi di kala banjir.

Selain memindahkan perabotan elektronik dan barang-barang berharga lainnya ke lantai 2, warga juga mengevakuasi sepeda motornya ke muka gang, yang lokasinya lebih tinggi. Tak pelak, di depan gang-gang yang sempit itu sudah berderet puluhan sepeda motor milik warga setempat.

Doli, seorang warga, mengatakan, penduduk di sana sudah memprediksi banjir kiriman baru akan tiba sekitar pukul 03:00 atau 04:00. “Karena biasanya air dari Bogor itu sampainya sekitar 8 jam. Jadi kalau peningkatan ketinggian air di katulampa terjadi sekitar pukul 20:00, maka kampung kami baru akan kebanjiran sekitar pukul 03:00 atau pukul 04:00,” katanya.

Ny. Yaya, warga lainnya, berharap, banjir kiriman kali ini tidak separah dengan banjir pada Februari 2013. Kala itu, menurutnya, banjir di sana mencapai lebih dari 3 meter. Warga pun terpaksa mengungsi berhari-hari di pinggir jalan sekitar Jatinegara.

“Semoga aja banjirnya juga cepat surut dan kami tetap bisa menunaikan ibadah puasa dengan tenang,” tutur dia yang juga mengaku sudah memindahkan perabotan elektronik dan benda berharganya ke lantai dua rumahnya. (yulian)

Teks: Sejumlah sepeda motor warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, dievakuasi ke muka gang yang datarannya lebih tinggi dari permukiman mereka, Jumat (2/8) menjelang tengah malam. (yulian)