Thursday, 14 November 2019

Pedagang Pasar Rebo Menolak Direlokasi

Jumat, 23 Agustus 2013 — 23:51 WIB
rebpasar238

PURWAKARTA (Pos Kota) – Ratusan pedagang Pasar Rebo menggelar aksi kebulatan tekad di Halaman Madrasah Aliyah Islam (MAI) Komplek Pasar Rebo, Jumat (23/8) siang. Aksi ini sekaligus mempertegas kembali bahwa pedagang di Pasar Rebo menolak direlokasi ke Pasar Simpang.

Sejumlah tokoh agama, pengurus IWAPA Pasar Rebo dan Pasar Plered serta pengurus DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) turut menghadiri aksi soliditas pada Rapat Akbar dan Halal bi Halal Para Pedagang Pasar Rebo. Mereka adalah KH Salim Assegaf, KH Abdullah AS Djoban, H Zainal Mutaqqien, H Zainal Arifin, dan Abdullah Mansuri.

Ratusan para pedagang ini membubuhkan tandatangan diatas kain putih sepanjang 10 meter sebagai bentuk soliditas mempertahankan Pasar Rebo yang telah mereka huni selama 130 tahun dari ancaman relokasi pemkab setempat.

Ketua Iwapa Pasar Rebo H Zainal Muttaqien, menegaskan, kegiatan rapat akbar a pedagang Pasar Rebo sekaligus mempertegas bahwa soliditas masih terbangun diantara para pedagang. Mereka akan melawan segala bentuk pemaksaan pihak penguasa yang berencana merelokasi pedagang Pasar Rebo ke Pasar Simpang, 31 Agustus mendatang. “Kami dengan para pedagang di Pasar Rebo akan terus mempertahankan pasar ini sampai titik darah penghabisan,” tegasnya.

Bagaimana tidak, sebut Zainal, Pasar Rebo merupakan pasar tradisional tertua di Purwakarta yang usianya kini mencapai 130 tahun. Selain memiliki nilai sejarah, lanjut dia, Pasar Rebo merupakan poros ekonomi pedagang kecil. “Merelokasi kami di Pasar Rebo adalah hal yang salah kaprah karena dapat mematikan pedagang kecil. Pemkab seharusnya tidak membumihanguskan keberadaan pedagang kecil di pasar tradisional, tetapi memberantas praktek usaha waralaba yang telah menjamur di Purwakarta,” tandasnya.

Mutaqqien mengungkapkan, pedagang di Pasar Rebo kembali bereaksi keras menyikapi sinyalemen Pemkab Purwakarta yang berencana merelokasi pedagang ke Pasar Simpang akhir Agustus ini. “Untuk itu, pada 31 Agustus kita akan menggelar aksi di depan komplek pasar untuk mengantisipasi bilamana benar Pemkab jadi menggusur kami. Kami sudah bulat mempertahankan Pasar Rebo ini,” tegasnya.

Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri menyatakan, pihaknya bertekad mendatangkan Komnas HAM ke Purwakarta untuk melihat langsung nasib ratusan para pedagang Pasar Rebo yang haknya terampas. “Kami melihat ada unsur pemaksaan dan pendzaliman dari aparat pemkab ke para pedagang di Pasar Rebo untuk mengosongkan lahan usaha yang telah mereka huni selama 130 tahun. Untuk itu kami datang dan ikut berjuang dengan pedagang mempertahankan pasar tradisional ini,” kata Abdullah.

Diakuinya, dari tiga kasus konflik relokasi pasar tradisional disejumlah daerah di Indonesia yang telah diikuti lembaganya berakhir ke meja persidangan, kerap dimenangkan pedagang. “Selama kami memberi pendampingan kepada pasar tradisional yang terancam direlokasi penguasa seperti di Tulang Bawang, alhamdulillah dipersidangan hasilnya selalu dimenangkan pedagang. Kami juga berharap kasus Pasar Rebo Purwakarta, hasilnya nanti dimenangkan para pedagang,” tuturnya.

Tokoh Agama KH Abdullah AS Djoban menyerukan pedagang agar tetap solid untuk mempertahankan Pasar Rebo. “Bila kita bersatu, insya allah kita bisa mempertahankan Pasar Rebo dari ancaman relokasi. Kuncinya bersatu dan pertahankan terus Pasar Rebo ini, bila perlu sampai titik darah penghabisan,” seru Djoban. (dadan)

Terbaru

Kamis, 14/11/2019 — 7:20 WIB
Nunggu Kapan Lagi?
Ahok-BUMN
Kamis, 14/11/2019 — 6:34 WIB
Ahok dan Awal Pembenahan BUMN