Monday, 21 October 2019

Kemenakertrans Kampanye Transmigrasi Lewat Pegelaran Wayang

Minggu, 25 Agustus 2013 — 20:15 WIB
Wayang

JAKARTA (Pos Kota) – Kesenian wayang kulit dimanfaatkan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk  menyosialisasikan penyelenggaraan transmigrasi kepada masyarakat luas.

“Melalui pagelaran wayang kulit ini diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam bertransmigrasi,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar yang Sabtu malam membuka pagelaran wayang kulit di Demak, Jawa Tengah, Minggu.

Tahun 2013  Kementerian Tenaga Kerja dan  Transmigrasi menargetkan rencana penempatan
transmigran sebanyak 6.672 KK.   Target tahun  ini lebih rendah dibandingkan jumlah  penempatan transmigran tahun 2012 yang jumlahnya mencapai 9.064 KK.

Muhaimin mengatakan, turunnya  penempatan transmigran tahun ini  mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas transmigran semata.
Menurut Muhaimin, kisah  “perjuangan Bima” dalam lakon Ma’rifat Dewa Ruci ini bisa dijadikan “wewayangan atau gambaran” tentang perjuangan transmigran untuk meraih kesejahteraan.
“Jadi,  sekiranya diantara masyarakat Kabupaten Demak ingin transmigrasi, harus benar-benar dipikirkan secara matang, bukan emosional. Transmigrasi adalah salah satu alternatif pilihan selain menjadi PNS, pekerja swasta, TKI ke luar Negeri, dan lain-lain,” kata Muhaimin.
Sebab  transmigrasi, lanjutnya,  adalah salah satu jalan untuk memperoleh peluang berusaha, jalan untuk menjadi wirausaha dengan menggali dan mengelola potensi sumberdaya di daerah kawasan transmigrasi.
Ditambahkan, dalam konteks transmigrasi sebagai upaya mengelola dan mengembangkan potensi sumberdaya alam, gambaran kehidupan melalui wayang adalah sangat tepat. Cerita-cerita wayang yang ditokohkan oleh Bima adalah gambaran sebuah “perjuangan penuh liku-liku tantangan dan peluang” untuk mewujudkan kehidupan yang tata tentrem kerta raharja.
Agar program  transmigrasi  berhasil dengan baik, lanjutnya,  para calon  transmigran dibekali pelatihan, pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan daerah tujuan mereka nanti. Hal ini dilakukan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sesuai dengan wilayahnya nanti.
“Para calon  transmigran dibekali  dengan berbagai keterampilan yang disesuaikan dengan potensi di masing-masing lokasi penempatan, ” uujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaa program transmigrasi  yang telah dijalankan dalam kurun waktu lebih dari 60 tahun, telah berhasil membantu peningkatan kesejahteraan sekitar 2,2 juta Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 8,8 juta orang miskin dan pengangguran yang kini telah mendapatkan peluang usaha baru.
Melalui program transmigrasi juga sudah dibangun dan dikembangkan sebanyak 3.325 desa baru. Sebanyak 103 desa di antaranya berhasil  dibangun menjadi ibu kota kabupaten dan 1 provinsi, serta 382 berkembang menjadi ibu  kota kecamatan. (Tri/d)