Thursday, 14 November 2019

Terlibat Bisnis Narkoba

Karyawati Susul Suami Masuk Penjara

Kamis, 29 Agustus 2013 — 18:28 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

BOGOR (Pos Kota) -Sudah tahu bisnis narkoba itu resiko masuk penjara tinggi, namun tidka membuat NH takut. Buktinya suaminya harus dikerangkeng karena jualan narkoba. Bukannya jadi bahan pelajaran, karyawati ini malah ikut jualan barang haram tersebut. Seperti sudah diperkirakan, NH pun menyusul suami masuk bui.

Ibu pekerja pabrik ditangkap polisi Rabu (28/8) sore. Ia mengaku bisnis terlarang ini diwariskan dari sang suami yang sudah lebih dulu mendekam di LP Kelas 2A Pledang.

Pelaku NH 35, beralasan, gajinya Rp800 ribu sebulan sebagai buruh pembuat kue kering, tidak mencukupi kebutuhan dirinya dan ke tiga anaknya. Sang suami menurut NH, sudah 2 tahun mendekam di penjara atas vonis 5 tahun terkait kepemilikan narkoba jenis sabu.

Tesangka NH 35, warga Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, ditangkap saat menunggu pembeli di salah satu mall di Kota Bogor.Dari tangan pelaku, petugas menyita 1 gram sabu.

Kapolres Bogor Kota, AKBP Bahtiar Ujang Purnama mengatakan, NH meneruskan bisnis suaminya, karena tergiur keuntungan besar. Sejak suaminya berada dalam penjara, bisnis narkoba dikendalikan pelaku. Barang terlarang tersebut, dipasok dari seorang bandar besar di Jakarta.

Terkait informasi, pelaku juga mengedarkan narkoba ke dalam Lapas dengan memanfaatkan jaringan suaminya, Kapolres mengatakan, akan menyelidikinya lebih lanjut.”Penangkapan NH merupakan penangkapan lanjutan dari delapan tersangka yang sudah dibekuk sebelumnya selama bulan puasa,”kata AKBP Bahtiar.

Pelaku sendiri saat ditemui di Makorwil Bogor di Jalan Kapten Muslihat Bogor Tengah Kota Bogor Kamis (29/8) siang menuturkan, ia mendapat keuntungan ganda dari bisnis ini.

“Selain dapat untung dari menjual, saya juga dapat untung dari memakai gratis. Caranya, takaran pergram-nya dari bandar Jakarta di kurangi,”paparnya.

NH merupakan satu dari delapan tersangka kasus narkoba yang ditangkap petugas selama bulan Agustus 2013. Mereka adalah, AS alias Aep 20, Deni 35, Taufik 44, Yudi 44, Rio 39, Angga 22, dan Kaka 40.

Pelaku dijerat pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancamaan pidana penjara seumur hidup atau pidana paling lama 20 tahun penjara. (yopi)