Thursday, 21 November 2019

Empat Kapal Cepat Rudal Perkuat Koarmabar

Senin, 9 September 2013 — 0:29 WIB
KCR-n

JAKARTA –  Komando Armada RI  Kawasan Barat  saat ini diperkuat 4 KRI  jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) setelah diresmikan kapal baru-baru ini.

KRI Sembilang-850  telah menambah kekuatan Unsur KRI  yang dioperasikan jenis kapal cepat rudal (KCR) produksi dalam negeri menjadi 4 unsur KRI.

Kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal mulai memperkuat  jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat dalam tugas–tugas operasi pengamanan laut

Diawali dengan masuknya KCR-40   pada bulan April  2011 dengan nama KRI Clurit-641 dan pada bulan Februari  tahun 2012  kembali diperkuat kapal perang jenis yang sama KRI Kujang-642.

Kapal perang tersebut merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula.

Kapal perang KCR-40 KRI Clurit  yang sehari-hari dibawah pembinaan satuan kapal cepat (Satkat) memiliki daya tembak/hancur yang besar karena dilengkapi persenjataan Rudal C-705.

Kelebihan kapal perang ini dilengkapi dengan sistem persenjataan canggih berupa Sensor Weapon Control (Sewaco), meriam caliber 30 mm 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS), dan meriam anjungan 2 unit kaliber 20 mm.

KCR-02

Tiga  kapal cepat Rudal (KCR) -40 produski dalam negeri saat manuver dalam latihan di perairan Kepulasuan Riau.

Selanjutnya pada bulan Januari 2013, Komando Armada RI Kawasan Barat diperkuat kapal jenis KCR-40 dengan nama KRI Baladau-643 . Kapal dengan teknologi tinggi itu memiliki spesifikasi panjang 44 meter, lebar 8 meter, tinggi 3,4 meter dan sistem propulasi Fixed propeller 5 daun serta mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot.

Tiga kapal perang jenis KCR-40 tersebut telah dilibatkan  dalam kegiatan operasi keamanan laut diwilayah perairan yang menjadi tanggung jawab Komando Armada RI kawasan Barat khususnya di perairan perbatasan dengan negara tetangga .

KRI yang diproduski Mitra kerja di Batam ini saat tidak terlibat operasi berada di pangkalan TNI AL Mentigi Tanjung Uban.

Dalam kegiatan operasi yang digelar Komando Armada RI Kawasan Barat kapal perang jenis KCR-40 tersebut pernah dilibatkan dalam kegiatan operasi keamanan laut di perairan Selat Malaka dan perairan selat Singapura.

Dalam kegiatan operasi kapal perang jenis KCR  ini   dalam kegiatan operasi dibawah  Komando pelaksnanan Operasional Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI kawasan Barat.

Diantaranya dilibatkan dalam operasi Arung Pari dan Taring Pari serta patroli terkoordinasi di perairan Selat Malaka dengan kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) , di perairan Selat Singapura dengan kapal perang  Republik Singapura Navy (RSN) di wilayah perairan masing-masing negara.

Selain itu dalam kegiatan latihan  pernah dilibatkan dalam berbagai latihan seperti  latihan terpadu tahun 2011 dan 2012 yang dilaksnakan Komando Armada RI kawasan Barat  bersama dengan unsur kapal perang jenis parchim, penyapu ranjau dan kapal angkut jenis Froch serta Fast Patrol Boat (FPB) 57.

Selain itu pernah dilibatkan dalam latihan Gabungan TNI beberapa waktu yang lalu.

Dinas Penerangan Koarmabar dalam pers rilisnya, menyatakan, dengan betambahnya kekuatan TNI AL jenis PC-43 KRI Sembilang-850 yang diresmikan minggu lalu telah menambah kekuatan kapal perang baru  produski dalam negeri yang dioperasikan oleh jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat

Secara kapal-kapal perang TN AL produski dalam negeri yang dioperasikan oleh Komando Armada RI Kawaswan Barat diantaranya  termasuk jenis FPB-57 KRI Barakuda-633 dan KRI Lemadang-632 PT PAL Surabaya.

Selain itu jenis Patroli cepat (PC) diantaranya KRI Boa-807, KRI Viper, KRI Kobra-867,KRI Anakonda-868,KRI Welang-808, dan KRI Sanca-815 yang diproduksi oleh fasilitas pemeliharaan dan perbaikan pangkanan Utama TNI AL. (dms)

 

Terbaru

bri
Jumat, 22/11/2019 — 1:09 WIB
Panglima TNI Terima Kunjungan Direksi BRI
Wali Kota Depok Muhammad Idris saat melantik sekitar 55 orang administrator dan pengawas di lingkungan Kota Depok. (anton)
Kamis, 21/11/2019 — 23:34 WIB
Usai Mutasi, 55 ASN Depok Dilantik Mendadak
Indra Syafrie
Kamis, 21/11/2019 — 23:13 WIB
SEA Games 2019
Timnas Indonesia Tiba di Filipina