Thursday, 14 November 2019

Menakertrans: Petani Segera Panen Kedelai

Selasa, 10 September 2013 — 23:00 WIB
kedelai

JAKARTA (Pos Kota) – Transmigran di sejumlah daerah, September hingga Oktober ini akan mulai  panen kedelai varietas unggul  yang jumlahnya mencapai 2.000 ton dari 1.000 Ha lahan transmigran.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar berharap,  produksi tanaman kedelai  tersebut  dapat meningkatkan kontribusi transmigrasi terhadap produksi kedelai lokal di tingkat nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor kedelai yang kini harganya melonjak lebih dari Rp10.000 per kilogram.

“Kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai daerah diharapkan dapat bertransformasi menjadi lumbung pangan terutama produksi kedelai untuk  mengurangi ketergantungan impor dari negara lain dan mewujudkan ketahanan pangan nasional,” kata Muhaimin, Selasa petang.

Tahun 2013 ini, lanjutnya,  Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyiapkan lahan seluas 1.000 Ha untuk mengembangkan tanaman kedelai varietas unggulan yang tersebar di beberapa permukiman/kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

Dan pihaknya Setiap tahun akan meningkatkan luas lahan dan produktivtas untuk tanaman kedelai. Pada tahun 2012 lalu, dari 300 hektar menghasilkan 407, 5 ton dengan produktivitas rata-rata sebanyak 1,35 Ton per Hektar.

Sedangkan  tahun 2013, untuk musim panen September dan Oktober diperkirakan bakal menghasilkan 2.000 ton kedelai dari 1.000 Ha lahan  dengan rata-rata produktivitas 1,8 –  2 ton per hektar.

Sedangkan untuk panen berikutnya April 2014 nanti diperkirakan mampu menghasilkan 2.000 ton kedelai lagi.

“Kita juga berambisi menjadikan kawasan transmigrasi ini menjadi lumbung padi dan pangan bukan hanya nasional tapi juga dunia. Pulau Jawa tak tersedia lagi tambahan tanah pertanian, tapi di berbagai tempat luar Jawa yaitu di kawasan transmigrasi masih banyak terdapat lahan untuk pertanian,” jelas Muhaimin.

Saat ini berdasarkan informasi yang dihimpun konsumsi kedelai di Indonesia dalam setahun mencapai 2,25 juta ton, sementara jumlah produksi nasional hanya mampu memasok kebutuhan kedelai sekitar 779 ribu ton. Kekurangan pasokan sekitar 1,4 juta ton, ditutup dengan kedelai impor dari Amerika Serikat dan Brazil.

“Kondisi ini apabila tidak segera diantisipasi sangat berdampak buruk terhadap perekonomian nasional, kelangsungan hidup petani dan kebutuhan pangan Indonesia, serta industri yang berbahan baku kedelai.

Penanaman  kedelai ini bisa menambah pendapatan petani transmigran dan meningkatkan kesejahtraan transmigran dan masyarakat di sekitar kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi Roosari Tyas Wardani menambahkan,  potensi dan ketersediaan lahan di kawasan transmigrasi yang bisa ditanami kedelai mencapai 155.871 Ha.

“Penyediaan lahan transmigrasi  ini berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan kedelai nasional melalui gerakan tanam kedelai di kawasan transmigrasi.”

Dikatakan Roosari , produksi kedelai nasional rata-rata 2 ton per hektar. Dengan asumsi di kawasan transmigrasi produktivitas rata-rata 1,8 ton per hektar, maka untuk luas penanaman 155.871 Ha menghasilkan total produksi ± 280.567,8 ton dengan melibatkan sumberdaya petani-transmigran menjacapai 169.284 KK .(Tri/d)

Terbaru

Kamis, 14/11/2019 — 7:20 WIB
Nunggu Kapan Lagi?
Ahok-BUMN
Kamis, 14/11/2019 — 6:34 WIB
Ahok dan Awal Pembenahan BUMN