Wednesday, 13 November 2019

Insentif Guru Ngaji dan Madrasah non PNS di Karawang Naik

Senin, 16 September 2013 — 17:27 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

KARAWANG (Pos Kota) – Sekitar 10 ribuan guru ngaji dan madrasah di Karawang, yang selama ini hanya mendapatkan insentif dari Pemkab Karawang sebesar Rp 800 ribu per tahun, mulai tahun 2014 akan ditingkatkan menjadi Rp 1,2 juta pertahun.Kenaikan insentif bagi guru ngaji dan guru madrasah ini, merupakan bentuk kepedulian Pemkab Karawang  terhadap nasib para guru ngaji dan madrasah.

Bupati Karawang Ade Swara,  mengatakan jumlah guru ngaji dan madrasah itu sangat banyak. Namun, yang tercatat di Pemkab Karawang sekitar 10 ribuan. Mulai tahun depan, upah mereka akan naik. Seiring dengan ditambahnya alokasi anggaran untuk para guru ini. “Tahun depan, kami alokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar,” ungkap Ade Swara.

Guru madrasah yang akan dinaikkan insentifnya yaitu guru, TPA, RA, MI, DTA, serta MTS yang belum diangkat jadi PNS. Jadi, honor  mereka dibebankan ke APBD Kabupaten Karawang, sama halnya dengan honor guru ngaji.

Selama ini, tidak ada anggaran khusus bagi upah mereka dari pemerintah pusat. Karenanya, Pemkab Karawang, membuat alokasi anggaran untuk honor mereka. “Meskipun, upah mereka sampai saat ini masih jauh dari standar. Tapi, kenaikan ini merupakan bukti perhatian kami,” ujar Ade Swara.

Kepala Kantor Kementerian Agama Karawang, Edy Yusuf, mengaku, selama ini memang tidak ada alokasi mengenai upah bagi guru madrasah dan guru ngaji non-PNS. Jadi, mereka mendapat upah dari APBD Pemkab Karawang, biasanya diberikan diberikan setahun sekali,” ungkap Edy Yusuf.

(nourkinan/sir)