Sunday, 08 December 2019

Kekeringan Meluas di Pantura, Petani Rugi Miliaran Rupiah

Senin, 16 September 2013 — 6:28 WIB
kkeringan1

SUBANG (Pos Kota) – Kekeringan kian meluas di Kab Subang, Jawa Barat. Ribuan hektar  tanaman padi terancam gagal panen dan sawah yang tak bisa di olah pada musim gadu sekarang akibat kekeringan. Potensi kerugian mencapai ratusan miliar.

Bupati Subang, Ojang Sohandi mengungkapkan, jika dirata-ratakan produksi padi enam ton per hektare dikalikan harga gabah kering panen (GKP) sekarang minimal Rp 4.500 /kg, maka, nilai kerugian sebagian petani Pantura mencapai Rp 139,4 miliar.“Itu baru perhitungan satu kali musim tanam saja,”paparnya.

Ojang menyebutkan, area tanaman padi yang mengalami kekeringan danyang lahan sawahnya tak bisa diolah tersebut tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Pusakanagara, Pusakajaya, Legon Kulon dan Pamanukan. “Yang paling parah di Pusakanagara dan Pusakajaya,” imbuhnya.

Disebutkan dia, area persawahan yang mengalami musibah rutin tahunan di musim kemarau panjang tersebut sebetulnya mencapai 7.000-an hektar. Kondisi tersebut, sebetulnya sudah dilaporkan langsung kepada Presiden SBY saat melakukan panen raya di Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, tahun 2012 lalu.

Saat itu, lanjut Ojang, Presiden SBY meminta Pemkab Subang membuat usulan tentang solusi mengatasi persoalan kekeringan di empat kecamatan Pantura itu dan usulan dan cetak birunya supaya langsung dilaporkan kepada Menteri PU dan Mentan.
Atas dasar permintaan presiden itu, Ojang kemudian mengusulkan pembuatan sodetan di sungai Cipunagara lokasi dimana Bendung Sadawarna sebagai pembagi air dari irigasi induk Tarum Timur untukkepentingan areal persawahan di ujung Timur dan Utara Subang serta ujung barat dan utara Indramayu.

“Kami sudah mengusulkan soal pembanguan sodetan itu ke Kementerian Pekerjaan Umum, bahkan sudah lima kali kami tembuskan, tetapi sampai sekarang tidak pernah ada respon,” sesalnya.

Data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang, menyebutkan, saat ini, tercatat 2.163 hektar tanaman padi usia 15 hingga 45 hari, dalam kondisi kritis. Jika dalam sepekan tidak terairi, dipastikan  semuanya akan mati meranggas.

Kecuali itu, 3.060 hektare areal sawah irigasi teknis lainnya yang berada hampir di satu hamparan di wilayah Kecamatan Puskanagara, Pusakajaya, Legon Kulon dan Pamanukan itu, juga dipastikan tak bias diolah. Sebab, tak ada lagi air kiriman dari irigasi induk Tarum Timur, sedangkan sumber air sungai-sungai setempat sudah kering kerontang. “Kondisinya sudah sangat memperihatinkan,” jelas Hendrawan, Kabid Sumber Daya Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang.

(dadan/sir)