Saturday, 16 November 2019

Jualan di Trotoar 15 Pedagang Diadili

Rabu, 25 September 2013 — 19:05 WIB
dil1

TANAH ABANG (Pos Kota) – Berjualan di trotoar dan di bahu jalan di sekitar Tanah Abang, 16 dari 30 pedagang Kaki-5 dipidanakan Pemko Jakarta Pusat, Rabu (25/9) siang. Mereka pun langsung menjalani sidang tipiring (tindak pidana ringan) di kantor Kecamatan Tanah Abang.

Rohmat Hidayat, 47, seorang pedagang makanan, mengaku tidak tahu dengan adanya peraturan tersebut, terlebih harus berhadapan di meja hijau. “Bingung, saya nggak tahu apa-apa disidang. Udah kayak pelaku kriminalitas saja,” protesnya.

Menurut warga Kebon Kacang, Tanah Abang tersebut, dirinya berjualan hanya sebatas untuk menafkahi isti dan anak-anaknya yang masih kecil. “Saya mah jualan bukan buat cari kaya Pak hakim, cukup buat makan anak dan istri saja. Nggak lebih dari sekedar itu,” ucapnya.

Meski demikian, hakim sidang yang diketuai Sutio Djumagi Akhirno dengan panitra, Lisnur Fauziah, tetap menjatuhkan hukuman terhadap Rohmat lantaran melanggar Perda No.8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum. “Berjualan di trotoar melanggar ketertiban umum, sanksinya kurungan 60 hari atau denda 20 juta,” jelasnya.

Kepala Bagian Hukum Pemko Jakarta Pusat, Joko Pujianto, mengatakan para pedagang Kaki-5 yang terjaring kali ini hanya dikenakan sanksi denda Rp100 ribu. “Dalam sidang tipiring ini, kita juga berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri, Kajari, Polsek dan Polres,” ungkapnya. (deny)

Teks :Sejumlah pedagang Kaki-5 yang masih berjualan di trotoar dan jalan sekitar Tanah Abang, dipidanakan Pemko Jakarta Pusat dengan sidang tipiring. (deny)

  • Mangap

    pasang plang peraturannya. atau spanduk. jadi lain kali nggak ada alasan lagi nggak tahu dll.