Monday, 14 October 2019

Jemur Padi, Petani Sita Badan Jalan

Jumat, 18 Oktober 2013 — 13:25 WIB
gabahkering1810

BANDUNG (Pos Kota) – Naiknya harga gabah di musim kemarau membuat belasan petani di wilayah Kota Bandung semangat. Mereka ramai-ramai mempergunakan sebagian badan jalan utama untuk menjemur padi mengejar harga Rp 54 ribu per kilogram.

Pasalnya, gabah basah hanya dihargai Rp 45 ribu per kilogram. “ Menjual gabah kering supaya ada keuntungan. Apaboleh buat mempercepat pengeringan jalan raya pun digunakan jemuran padu,“ kata Ewon,56, seorang petani, Jumat.

Dia menjelaskan, dengan adanya kenaikan harga gabah kering dari Rp 45 ribu per kilogram menjadi Rp 54 ribu membuat semangat petani. “ Kami tidak mau menjual gabah basah. Jadi jalan utama pun digunakan penjemuran. Yah, lalu lintas sedikit terganggu,“ akunya.

Berdasar pemantauan, hampir semua ruas jalan di wilayah Kecamatan Gedebage, tepatnya di areal pesawahan Rancanumpang ditutup dijadikan arena menjemur padi. Ratusan kendaraan mengalami kesulitan atas kegiatan petani yang menjemur gabah menghabiskan setengah badan jalan.

Petani lain, Maman,50, menjelaskan, naik harga gabah kering terjadi sejak kemarau menyergap kota Bandung. Banyaknya areal peswahan yang kekeringan mengakibatkan gabah pun harganya melonjak. “ Harga naik tapi gabah sulit didapat. Peswahan petani banyak yang gagal panen karena kekeringan,“ ujarnya.

Untuk mempercepat gabah menjadi uang, puluhan petani kompak menjemur gabah di jalan raya beraspal dengan alasan supaya lekas kering. “ Cukup dijemur dua hari gabah mengering. Aspal lebih bagus untuk mengeringkan gabah,“ ungkapnya. Berdasar catatan, gabah kering dan basah di kota Bandung mengalani kenaikan Rp 10.000 per kilogram dibandung tahun lalu. (Dono)