Saturday, 07 December 2019

SBY Belum Tunjuk Wakil Jaksa Agung yang Baru

Selasa, 5 November 2013 — 23:30 WIB
Kejakgung-n

JAKARTA (Pos Kota) – Sudah tiga bulan lebih pengganti Wakil Jaksa (Waja)  diajukan, namun sampai kini, Presiden SBY belum menunjuk Wakil Jaksa defenitif menggantikan Darmono, yang pensiun sejak, 1 Juli 2013.

Jaksa Agung Basrief Arief yang ditemui, Senin malam di gedung Utama, Kejaksaan Agung enggan mengomentari alasan belum ditunjuknya pejabat untuk menduduki kursi WaJa, yang kini sejak Darmono pensiun, dirangkap oleh Jaksa Agung.

“Sabarlah. Saya bilang kan sabarlah nanti,” kata Basrief usai rapat bersama tim tenaga ahli dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) yang juga Ketua Persatuan Jaksa Indonesia (PJI).
Namun begitu, Basrief belum dapat memberikan kepastian Keppres (Keputusan Presiden) penunjukan Darmono akan turun. “Pada saatnya, nanti akan dikasih tahu, kalau sudah
(turun Keppres Waja yang baru).”

Dia menjelaskan kepergiannya ke Istana Bogor, Senin pagi dalam rangka menghadiri acara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan bukan diundang SBY terkait penunjukan Waja.  “Ah ngak. Sama Kadin, Kadin,” tukasnya seraya memasuki kendaraannya meninggalkan gedung Utama, Kejagung.

DUA ESELON SATU LAIN

Sebelum ini, Jaksa Agung menyatakan akan menemui SBY terkait belum ditunjuknya Waja baru.
Apalagi, selain jabatan Wakil Jaksa Agung, ada dua jabatan eselon satu lainnya, yakni Jaksa Agung Muda (JAM) Pengawasan dan JAM Pembinaan masih lowong. JAM Pengawasan lowong sejak 1 Juli, JAM Pembinaan, 1 September 2013.

GOYANG KURSI

Bersamaan itu muncul khabar, lambannya penunjukan jabatan Waja, karena adanya keinginan dari Istana ingin menunjuk jaksa yang kini memimpin lembaga tinggi negara. Sebaliknya, Kejagung sudah mengajukan para jaksa senior eselon satu dan kini duduk di kursi JAM.

“Tidaklah salah, Istana menunjuk pimpinan lembaga negara yang juga jaksa, tapi hendaknya tetap mengacu kepada mekanisme dan prosedur baku agar tidak menimbulkan resistensi (penolakan dari dalam),” kata salah satu mantan JAM yang enggan menyebutkan identitasnya.

Dia beralasan penunjukan para pejabat ke SBY sudah melalui proses dan prosedur serta jenjang karier yang jelas.

Dia menduga kondisi ini sebagai bagian menggoyang kursi Jaksa Agung terkait Pemilu 2014. Sebab dengan membiarkan kosong kursi tiga eselon satu, secara tidak langsung menganggu kinerja Basrief. Akhirnya, ada alasan untuk mengganti Jaksa Agung.

“Saya mendengarnya begitu, tapi kita tetap berharap itu sekadar kabar burung,” ujarnya sedikit berseloroh. (ahí)

Terbaru

Sabtu, 7/12/2019 — 8:11 WIB
IMB Akan Dihapus, Mengapa ?
jalan bareng
Sabtu, 7/12/2019 — 7:59 WIB
Jalan Jalan Bareng, Yuk!