Tuesday, 19 November 2019

Peran Sekolah Swasta Masih Terabaikan

Kamis, 14 November 2013 — 22:37 WIB
Sekolah di Tenda

JAKARTA (Pos Kota) – Peran swasta dalam penyelenggarakan pendidikan masih diabaikan oleh Pemerintah Daerah. Terbukti dari Rp 13 triliun anggaran pendidikan yang dikucurkan Pemda DKI, sebagian besar hanya untuk mengelola sekolah-sekolah negeri.

“Sedang sekolah swasta hampir-hampir tak mendapatkan perhatian yang layak,” ujar Drs Nawawi, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta pada kegiatan dengar pendapat peningkatan pembinaan sekolah swasta yang digelar Dewan Pendidikan Propinsi DKI Jakarta, Kamis (14/11).

Padahal mereka yang bersekolah di sekolah-sekolah swasta juga anak-anak Jakarta. Selayaknya mereka mendapatkan perlakuan sama dengan anak-anak yang sekolah di negeri.

Karena itu lanjut Nawawi, program sekolah gratis harusnya tidak hanya berlaku di sekolah negeri saja. Sekolah swasta termasuk madrasah ibtidaiyah dan madrasah juga harus mendapatkan program yang sama.

Terlebih banyak diantara anak-anak yang sekolah di sekolah swasta justeru berasal dari keluarga miskin. Mereka terpaksa masuk ke sekolah swasta setelah gagal masuk ke negeri dengan berbagai latar belakang utamanya tak mampu bersaing.

Bagi Nawawi sesungguhnya Pemda DKI Jakarta belakangan ini sudah mulai memiliki keberpihakan kepada swasta. Indikasinya antara lain adanya kucuran dana bantuan pendidikan (BOP) sebesar 30 persen bagi setiap sekolah swasta.

Tetapi BOP tersebut belum sepadan mengingat pihak swasta masih harus berjuang mencari sumber dana operasional sekolah. Seperti untuk honor guru, rehabilitasi ruang kelas, pengadaan sarana prasarana pendidikan dan kegiatan perawatan lainnya.

Akibatnya, meski sudah ada BOP, pungutan di sekolah swasta tak bisa dihindari. Mulai pungutan awal tahun, bulanan hingga akhir pendidikan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan DKI Jakarta Margani M Mustar mengakui upaya pembangunan dibidang pendidikan memang mencuatkan banyak persoalan. Diantaranya adalah adanya gap nyata antara pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah swasta dengan sekolah negeri.

“Banyak sekolah swasta yang unggul prestasinya melebihi sekolah negeri. Tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding sekolah swasta yang membutuhkan pembinaan,” jelasnya.

Karena itu Dewan Pendidikan DKI Jakarta terus berupaya mengumpulkan informasi guna memperbaiki ketimpangan antara negeri dan swasta. Informasi, pemikiran, usulan dan pendapat dari berbagai pihak dibutuhkan sebagai masukan yang berharga bagi Pemda DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan perhatian pemerintah kepada sekolah swasta terus berupaya ditingkatkan. Selain pemberian BOP, Pemda juga memberlakukan program KJP bagi siswa yang bersekolah di swasta.

“Kita menyadari bahwa peran swasta tidak bisa diabaikan dalam pembangunan pendidikan di Jakarta. Karena itu kita akan terus perbaiki system pembinaan dan bantuan Pemda ke swasta,” pungkas Taufik. (inung/d)

  • johnny

    ajak semua sekolah swasta di jakarta ikut melakukan penanaman pohon di waduk pluit dan waduk riario dan daerah2 lain di jakarta. ikut sertakan sekolah swasta dan negeri bersama2 dalam program program DKI seperti pembersihan saluran air disetiap sekolah swasta maupun negeri ini menjadi pembelajaran bagi para siswa siswi di DKI jakarta