Saturday, 19 October 2019

Pedagang Kaki-5 Diadili Didenda Rp 20 Ribu

Jumat, 15 November 2013 — 19:29 WIB
pedgng1

PASAR MINGGU (Pos Kota) – Puluhan pedagang kaki-5 yang berjualan di trotoar dan pedagang asongan diseret ke meja hijau dalam sidang Yustisi Pelanggaran Perda No 8 tahun 2007 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (15/11).

“Maaf Pak Hakim saya akui salah, tapi tolong saya jangan sampai dipenjara. Anak istri saya siapa mau yang kasih makan?” pinta Abdul Hakim,47, warga Kebayoran Lama saat disidang yustisi.

Pria asal Sumatera Barat ini bersyukur lantaran ia hanya divonis membayar denda Rp20.000 karena berjualan di trotoar di Pasar Minggu sesuai Perda No 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum. Namun ia berharap aparat dapat menyediakan tempat penampungan yang layak, strategis dan gratis bagi dirinya agar tak lagi diadili sebagai pesakitan.

Kasatpol PP Jaksel, Sulistiarto menjelaskan sidang yustisi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Jaksel demi menciptakan suasana tertib, tenteram dan nyaman. Khususnya bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang masih marak berkeliaran di jalanan sehingga dinilai mengganggu ketertiban umum.

“Sidang Yustisi ini tak hanya untuk menegakkan Perda 8 tahun 2007 tapi juga seluruh Perda yang diterapkan dan berlaku di DKI Jakarta sebagai efek jera bagi para pelanggar,” ujarnya.

Sidang tersebut khusus diadakan setiap Jumat di PN Jaksel dan hingga kini sudah 10 kali menyidangkan 182 pelanggar Perda No 8/2007 dengan total denda Rp 18,4 juta. (Rachmi)

Teks : Puluhan pedagang kaki-5 dan PMKS disidang Yustisi sesuai Perda No 8 tahun 2007 di PN Jaksel, Jumat (15/11). (Rachmi)

  • SATPOL PP JAKSEL

    Ralat Denda semestinya Rp. 100.000.