Tuesday, 22 October 2019

Sindikat China -Malaysia Jadikan Jakarta Markas Produksi Narkoba

Senin, 18 November 2013 — 14:16 WIB
tsk-narkoba-dan-barangbukti-1

JAKARTA (Pos Kota) – Aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggulung belasan anggota sindikat narkoba internasional asal Malaysia dan China. Ke-16 pelaku dibekuk di dua lokasi apartemen di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang juga mereka jadikan markas untuk memproduksi narkoba.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Sudjarno mengatakan penangkapan belasan anggota mafia narkoba ini berawal dari informasi dari masyarakat yang diterima petugas melalui SMS 1717. “Selanjutnya dilakukan pengembangan dan akhirnya kita berhasil menyergap mereka di dua lokasi berbeda, Apartemen di Sunter, Jakut dan Hayam Wuruk, Jakbar,” ujarnya.

Dari penangkapan itu, berhasil disita barang bukti narkoba berupa 2.008 butir pil Methamphtemain, 4,5 kilogram bubuk Methamphetamin, 1,1 kilogram sabu, 1500 butir pil ekstasi dan 80 gram keytamin. Menurut Sudjarno, komplotan ini juga memproduksi dan mendistribusikan narkoba jenis baru bernama Red Ice dan Pil Yama (Methamphetamin). “Red Ice ini adalah sabu dalam bentuk kapsul, sedangkan Yama sejenis obat kebugaran yang biasa digunakan para pekerja di Myanmar dan Burma, namun disalahgunakan di Indonesia,” kata Direktur Narkoba Kombes Nugroho Aji. “Mereka sudah 2 bulan memproduksi dan menjual narkoba jenis baru tersebut,”. (Yahya)

  • cwitt

    indonesia enak seh, ketangkep juga masih bisa bikin usaha dan pesta di penjara :)) ohh negarakuuuu