Friday, 18 October 2019

Kenaikan Pajak Progresif Harus Dikaji

Selasa, 19 November 2013 — 8:37 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Sebelum mengusulkan kenaikan tarif pajak progresif bagi kendaraan bermotor, Gubernur Jokowi memerintahkan Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI Jakarta mengkaji secara detail.

“Karena kalau jomplang, bisa saja beli mobil di kota lain, tapi dipakai di Jakarta. Itu justru memberikan keuntungan bagi daerah lain,” ujar Jokowi, Senin (18/11).

Hal tersebut disampaikan Jokowi berkaitan dengan rencana menaikkan pajak progresif hingga 100 persen. Seperti diketahui, pajak progresif saat ini berkisar 1,5 persen sampai dengan 4 persen dari harga pembelian. Untuk mobil pertama dikenaikan 1,5 persen, mobil kedua 2 persen, ketiga 2,5 persen dan mobil keempat 4 persen dan seterusnya. Rencananya akan dinaikkan 2 persen hingga 8 persen.

Menurut Jokowi , masih ada celah hukum lain yang bisa digunakan warga untuk menambah kendaraannya. Misalnya dengan menggunakan orang lain dan lainnya.

Karena itu, pihaknya akan mengkaji lebih detail terkait kenaikan pajak progresif yang tujuannya untuk menekan jumlah kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. (john/st)

  • wgy

    pak… tolong kaji kembali kebijakan pajak tsb, kayaknya gak ngaruhhh tuh kenaikan pajak tersebut buat orang-orang kaya tapi berpengaruhhh sekali bagi kami rakyat kecil …. trims