Monday, 09 December 2019

LSI: Partai Demokrat Terancam Masuk Devisi Dua

Minggu, 24 November 2013 — 16:08 WIB
lsi-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Ibarat kompetisi sepak bola, posisi Partai Demokrat (PD) terancam turun ke devisi II. Hal itu dikarenakan, tingkat pengenalan peserta konvensi calon presiden (Capres)  Partai Demokrat kalah  dengan capres dari partai lain.  Kondisi itu terjadi akibat, peserta konvensi Partai Demokrat kurang dikenal.

Demikian hasil kajian  Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang disampaikan  peneliti LSI Rully Akbar, di gedung LSI, Jl. Pemuda, Rawamangun,  Jakarta, Minggu (24/11/2013).

“Partai Demokrat yang pada Pemilu 2009 diposisikan sebagai partai besar. Kini berpotensi hanya menjadi papan tengah dengan elektabilitas di bawah 10 persen,” kata  Rully Akbar.

Kondisi itu bisa terjadi llantaran,  citra Partai Demokrat rusak, akibat banyaknya  kasus korupsi yang melibatkan mantan petinggi partai berlambang Mercy itu.

Agar bisa kembali ke pucuk klesmen, maka petinggi Partai Demokrat harus kerja keras.

“Partai Demokrat sangat melekat dengan figur SBY. Semakin publik puas dengan kinerja SBY, semakin besar pula sentimen positif terhadap Demokrat,” ujarnya.

Rully mengatakan, Partai Demokrat masih mempunyai waktu lima bulan untuk menaikkan elektabilitasnya.

“Masih ada waktu lima bulan untuk Partai Demokrat agar  tidak berubah dari hero ke zero. Kondisi itu akan ditentukan oleh partai sendiri waktu yang tersisa menuju pemilu legislatif pada 9 April 2014,” katanya.

Data yang dihimpun dilakukan LSI tersebut dilaksanakan pada  12 September dan 5 Oktober 2013. Dengan menggunakan metode sampling multistage random sampling. Dalam survei kali ini, jumlah responden 1.200 orang dan menggunakan tatap muka langsung dengan margin of error 2,9 persen.

(rizal/sir)

Teks Gbr- Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Rully Akbar (kanan) menyampaikan paparannya hasil survei dengan tema “Konvensi Demokrat, Dari Hero ke Zero-kah Nasib Demokrat” di kantor LSI, Jakarta, Minggu (24/11). (rihadin)