Tuesday, 19 November 2019

Akibat Menerobos Jalur Busway

Denda Tilang 3 Hari Hasilkan Rp438 Juta

Kamis, 28 November 2013 — 6:19 WIB
Untitled-1

JAKARTA (Pos Kota) – Denda maksimal terhadap pengendara penerobos jalur busway yang sudah tiga hari diterapkan ternyata belum membuat jera pengendara.

Pelanggaran masih saja terjadi, tercatat sebanyak 876 pengendara ditilang selama tiga hari pelaksanaan denda maksimal. Jika denda maksimal sebesar Rp500 ribu benar diterapkan, setidaknya dalam tiga hari ini pendapatan negara yang dihasilkan dari para pengendara yang ditilang mencapai Rp438 juta.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono merinci ke-876 pengendara yang ditilang terdiri dari 638 sepeda motor, 126 mobil pribadi, 58 angkutan umum dan 9 angkutan barang.

Menurutnya, dalam sterilisasi tersebut pihaknya tidak pandang bulu. Siapapun pelanggarnya akan dikenakan sanksi penilangan, bahkan anggota kepolisian sekalipun. “Aturannya sudah jelas kalau jalur itu hanya boleh dilewati oleh bus transjakarta,” tegasnya, Rabu (27/11).

Sebelumnya diberitakan, denda maksimal sebesar Rp500 ribu bagi penerobos jalur TransJakata diberlakukan secara resmi pada Senin (25/11) lalu. Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan penerapan itu telah disepakati semua pihak terdiri dari Pemprov DKI Jakarta, Kejaksaan Tinggi DKI, Pengadilan Tinggi DKI dan Polda Metro Jaya. (yahya/us/o)

  • Hendra Subrata Liu

    Penghasilan lain di luar pajak…

  • Muhammad Baharudin

    Mudah2han uang hasil tilangan tersebut tidak disalah gunakan oleh oknum2 yang tidak bertanggung jawab !! kalaupun betul dananya masuk ke kas negara alangkah baiknya digunakan untuk hal2 yang lebih penting bagi masyarakat kecil.

    • adin

      tilang = meras rakyat, sebaiknya diberi teguran saja, hanya kesalahan ringan, jangan asal main tilang, kalau terulang lagi, baru ditilang….lebih baik polisi memperbaiki prilaku agar lebih manusiawi & humanis dalam kasus2 ringan, kecuali terhadap kasus2 berat, semacam tabrak2 lari, ugal2an, geng motor, curanmor, dsb, maka polisi harus keras/tegas agar masyarakat makin simpatik

  • Hervin

    lumayan untuk kas negara kita
    mengurangi hutang2

  • simbahciputat

    bijaksanalah, rakyat ini sudah susah, dibikin tambah susah itu hendaknya jangan. okelah mereka di anggap salah, tetapi sudah benarkah penerapan jalur itu, sudah benarkah penerapan kebijakan transportasi umum, yang wajar wajar sajalah.

  • adin

    harusnya pejabat negara tidak buat aturan semaunya & makin membebani masyarakat kecil dengan denda, uang 500ribu atau sejuta bukan jumlah yang kecil, khususnya bagi pemilik motor yg kebanyakan orang2 kecil, motor juga belum lunas kredit, rumah masih kontrak, biaya hidup keluarga kembang kempis, jangan gara2 masuk jalur busway, lupa pake helm atau lupa bawa SIM/STNK, seenaknya kena denda….nyari duit gak mudah di jaman edan ini, peras keringat seperak demi seperak demi bertahan hidup, tapi tiba2 bisa dirampas seenaknya gara2 kena denda tilang….pikirkan dulu sebelum membuat aturan, rakyat-mu sudah makmur belum…..cari cara lain untuk mengatur masyarakat yg lebih manusiawi

    • Triyono

      Gak manusiawi gimana, pikir dong pake otak….nih denda tilang kan buat orang/rakyat yang kagak patuh ame peraturan dan tujuannye buat ketertiban umum. Peraturan toe ye dibuat tuk dipatuhi bukan tuk dilanggar, lagian dah tau ancaman dendanye gede masih nekat ngelanggar dan nih namanye nantangin nih. …dah miskin sombong !!

  • surya poetra

    khusus bus sdh ada, khusus mini bus sdh ada …yang belm khusu roda 2, nah !!! denda tilag untuk bangun jalan roda 2 OK!!! setuju dong !!!

  • Samber Nyowo

    kalo gak salah ada yg namanya “upah pungut” dlm operasi-operasi semacam ini….

  • lowerr

    Aturan mmg hrs d patuhi.mkny bgus tu denda 500 rbu.biar smw taat aturan.
    Klo cm d tilang g jamin bkal tertib.