Wednesday, 13 November 2019

Ahli Waris Demo Minta Ganti Rugi Tanah di Kemayoran

Selasa, 3 Desember 2013 — 19:52 WIB
mokemayoran312

JAKARTA (Pos Kota) – Puluhan ahli waris tanah berunjuk rasa meminta PT Sukses Majutama Serasi (SMS) segera memberikan ganti rugi atas tanah bekas eigendom verponding 13886 di di Jalan Industri, Kavling I B1 B/14, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat yang dahulu dikenal sebagai Jalan Kampoeng Sawah Gg. Tjendoel Loal Kemayoran.

Permintaan tersebut disampaikan ahli waris H. Mohmamad Soleh bin Entjang sambil unjuk rasa di depan gereja Reformed Milenium Centre Indoensia (RMCI), Kemayoran, Selasa . “Kami hanya menuntut apa yang sudah diputuskan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) yang mencabut kepemilikan tanah tersebut atas nama Sekretaris Negara,” ujar Koordinator aksi unjukrasa, Awaluddin Gani, kepada wartawan, Selasa sore.

Menurutnya, dalam putusan PTUN No.176/G.TUN/2001/PTUN-JKT maupun PTTUN No.147/B/2002/PT.TUN-JKT 29 April 2002 diperintahkan agar tergugat (PT Sukses Majutama Serasi) untuk mencabut sertifikat hak milik No. 1/Gunung Sahari Utara tertanggal 11 Maret 1987 atas nama Sekretariat Negara cq. Badan pengelola Komplek Kemayoran tertanggal 14 September 1987 yang kini berdiri bangunan gereja RMCI, karena tanah tersebut merupakan tanah milik ahli waris H. Mohammad Soleh bin Entjang.

Atas putusan pengadilan tersebut, kata Awaluddin, pihak ahli waris H. Mohammad Soleh bin Entjang mendesak kepada PT. Sukses Majutama Serasi untuk segera memberikan ganti rugi. “Jika tidak bersedia memberikan ganti rugi, kami mendesak PT.Sukses Majutama Serasi untuk mengembalikan lahan tersebut secara utuh kepada kami ahli waris,”tegasnya. (dwi)

Teks : Ahli waris demo di Kemayoran