Wednesday, 23 October 2019

35 Ibu Rumah Tangga di Jaktim Terjangkit HIV/AIDS

Jumat, 6 Desember 2013 — 7:49 WIB
buidis612

CAKUNG (Pos Kota) – Mengejutkan, berdasarkan laporan KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Jakarta Timur, terdeteksi 233 orang menderita HIV/AIDS. Lebih memprihatinkan, sebanyak 35 diantaranya adalah kalangan ibu rumah tangga.

“Pemkot Jakarta Timur memandang serius masalah ini sehingga pencegahan HIV/AIDS perlu terus dilakukan,” kata Hussein Murad, Wakil walikota Jakarta Timur, Kamis (05/12).

Menurutnya, faktor risiko didominir perilaku heteroseksual dengan 119 orang (51,07 persen). Sementara pengguna narkotika dengan jarum suntik sebanyak 85 orang (36,48 persen), terdiri dari kasus HIV 28 orang dan AIDS 57 orang.

“Yang cukup memprihatinkan, HIV/AIDS juga merambah ke ibu rumah tangga. Tercatat ada 35 ibu rumah tangga (15,02 persen) yang terdiri dari kasus HIV 13 orang dan AIDS 22 orang,” katanya.

Demikian disampaikan Wakil Walikota yang juga Ketua Pelaksana KPA Jakarta Timur dalam seminar HIV/AIDS di Aula Walikota. Sedikitnya 150 anggota Dharma Wanita, PKK Jakarta Timur dan perwakilan tenaga kerja wanita (Nakerwan) PT JIEP Pulogadung mengikuti Lokakarya ini.

Sekretaris KPA Jakarta Timur Deddy Samsudi, mengatakan kegiatan lokakarya ini merupakan puncak acara dari peringatan HARI AIDS Sedunia 2013 di Kota Administrasi Jakarta Timur. Kegiatan ini menurutnya sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS.

Peserta lokakarya diharapkan dapat menyebarluaskan informasi yang didapat secara tepat dan benar, baik kepada masyarakat dan keluarganya serta lingkungan kerjanya, sehingga komitmen global pada tahun 2015 yaitu “getting to zero” dapat tercapai.

Deddy menyebut jumlah penderita dari kalangan Ibu Rumah Tangga harus disikapi serius karena ini menandakan AIDS sudah masuk ke rumah tangga. “Para suami harus sadar masalah ini,” katanya.
Baby Jim, aktivis AIDS mengatakan masalah AIDS bagai fenomena gunung es, dimana kasus yang terdeteksi hanyalah sebagian kecil dari jumlah yang sebenarnya. “Bagian yang lebih besar,” katanya.

Melihat data-data yang ada, Wakil Walikota mengharapkan peran serta masyarakat tidak terkecuali para ibu untuk penanggulangan HIV/AIDS. Upaya yang dilakukan dapat berupa peningkatan ketahanan agama dan keluarga untuk mencegah penularan HIV/AIDS, serta tidak bersikap diskriminatif terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Kembangkan perilaku hidup sehat dan bertanggungjawab dalam keluarga,” pesannya. (chotim/m16)