Thursday, 14 November 2019

Penyuap Rudi Rubiandini Dituntut 4 Tahun

Senin, 9 Desember 2013 — 20:48 WIB
montahan912

JAKARTA (Pos Kota) – Komisaris PT Kernel Oil, Simon Gunawan Tanjaya, dituntut 4 tahun penjara atas kasus dugaan suap di SKK Migas, Senin (9/12). Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Simon terbukti menyuap Rudi Rubiandini yang saat itu menjabat Kepala SKK Migas.

“Menuntut, supaya majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Simon Gunawan Tanjaya selama empat tahun dikurangi masa tahanan, dan denda Rp200 juta, subdiser empat bulan kurungan penjara,” ujar Jaksa M Rum saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Tuntutan itu didasarkan atas pertimbangan yang memberatkan yakni tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Jaksa Rum menambahkan, Simon melanggar dakwaan alternatif pertama. Yaitu Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sementara, kuasa hukum Simon, Sugeng Teguh Santoso menilai, tuntuan terhadap kliennya ini mengada-ada. “Ini berat dan tidak layak,” ujarnya, seusai sidang.

Sebelumnya, Simon didakwa menyuap mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini senilai 200 ribu dolar Singapura dan 900 ribu dolar Amerika Serikat (AS). Uang itu, menurut jaksa diberikan kepada Rudi terkait jabatannya guna memuluskan pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan kondensat bagian negara di SKK Migas.

Dalam dakwaannya Simon, jaksa menyebut uang itu berasal dari petinggi PT Kernel Oil, Widodo Ratanachaitong yang diberikan kepada Rudi melalui Deviardi, pelatih golf Rudi, di Singapura yang awalnya senilai 200 ribu dolar Singapura.

Kemudian, Widodo yang lebih dulu kenal Deviardi dari Rudi, kembali mengenalkannya dengan Simon di Jakarta. Sebagai orang yang dipercaya, Simon lalu mengurus tender perusahaan tersebut di SKK Migas.

Tatkala proses kerjasama haram itu berlangsung, Widodo mengapresiasi Rudi terkait pemenangan perusahaan lainnya milik Widodo, yakni Fossus Ltd, dan tetapi Rudi pun meminta uang 200 ribu dollar AS, dan 300 ribu dollar AS.

Tak berhenti disitu, Widodo kembali memerintahkan Simon untuk menyiapkan uang 400 ribu dolar AS agar diserahkan kepada Rudi dan diberikan melalui Deviardi.

Setelah uang tersebut diterima Deviardi dari Simon, kemudian diantar Deviardi ke rumah Rudi, tak lama berselang, KPK melakukan penangkapan terhadap Simon, Rudi, dan Deviardi. Maka, total uang yang diberikan kepada Rudi sekira 200 ribu dolar Singapura dan 900 ribu dollar AS. (yulian

Simon Gunawan Tanjaya

Terbaru

Kamis, 14/11/2019 — 7:20 WIB
Nunggu Kapan Lagi?
Ahok-BUMN
Kamis, 14/11/2019 — 6:34 WIB
Ahok dan Awal Pembenahan BUMN