Monday, 21 October 2019

Undian Kurang Menguntungkan

Dua Pebulutangkis Tunggal Putra Indonesia Satu Pool di Final

Rabu, 11 Desember 2013 — 10:44 WIB

KUALALUMPUR (Pos Kota)  – Undian kurang menguntungkan didapat dua pebulutangkis  tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro yang masuk dalam satu pool di Final BWF Superseries 2013 yang akan memulai pertandingan Kamis (12/12), di Kualalumpur Malaysia.

Tommy dan Sony tergabung di pool B bersama Kenichi Tago (Jepang) dan  Yun Hu (Hong Kong). Juara dan runner up akan lolos ke semifinal secara silang untuk jumpa dengan runner up dan juara pool A. Sistem pertandingan  di masing-masing  pool akan mempergunakan ron robbin.

Di pool A terdiri unggulan seklaigus favorit juara Lee Chong Wei (Malaysia). Dia akan dikeroyok Jan O Jorgensen (Denmark), Boonsak Ponsana (Thaialnd) dan Wang Zhengming (China).

Di nomor ganda putra, pasangan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi wakil satu-satunya Indonesia. Mereka berada di pool  A bersama Liu Xiaolong/Qiu Zihan (China), Kim Jung Ki/Kim Sa Rang (Korsel) dan Hoon Thien How/Tan Wee Kiong (Malaysia).
Ganda putri Indonesia, Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta tergabung di pool A. Mereka harus mampu bersaing mengatasi pasangan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang), Ma Jin/Tang Jinhua (China) dan Jang Ye Na/Kim So Young (Korsel) untuk meraih tiket semifinal.

Peluang terbuka Indonesia  untuk lolos ke semifinal juga mempersembahkan gelar ada di sektor ganda camputran. Dua  ganda campuran Indonesia, Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir dan Markis Kido/Pia Zebadiah  ikut andil sebagai peserta di BWF Final 2013, setelah mampu menempati peringkat  delapan besar sepanjang musim 2013.

Pasangan Markis/Pia menghuni pool A. Mereka harus mampu bersaing dengan Zhang Nan/Zhao Yunlei (China), Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris) dan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia) untuk meraih tiket semifinal.

Sementara Tantowi/Lilyana tergabung di pool B. Pasangan Juara Dunia ini harus bersaing dengan ganda Nielsen Joanchim/Christina Perdesen (Denmark), Xu Chen/Ma Jin (China) dan Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand).

Nomor tunggal putri menjadi satu-satunya nomor yang gagal menghadirkan pebulutangkis Indonesia. Di nomor ini tak satu pun pebulutangkis tunggal putri Indonesia mampu lolos untuk jadi peserta. Turnamen BWF Final Superserie merupakan turnamen puncak tiap tahu yang hanya berhak diikuti pebulutangkis operingkat delapan besar. Turnamen ini menyediah hadiah total uang 500 ribu dolar AS.

(prihandoko/sir)