Sunday, 13 October 2019

Peran Koperasi Semakin Terabaikan

Rabu, 18 Desember 2013 — 20:58 WIB
sarmio1812

JAKARTA (Pos Kota)- Peran koperasi dalam perekonomian nasional semakin terabaikan seiring berkembang pesatnya sektor usaha kecil menengah (UKM). Padahal bentuk usaha yang sesuai dengan amanah UUD 1945 adalah koperasi dan bukan UKM.

“Kita melihat bahwa perhatian pemerintah saat ini lebih tertuju untuk mengembangkan UKM dibanding koperasi,” papar Ketua Umum Induk Koperasi Wanita Indonesia (Inkowapi) Ir Sharmila MSi, Rabu (18/12).

Diakui peran UKM sangat besar bagi penyangga dan penyelamat ekonomi nasional terutama saat terjadinya krisis. Sektor UKM yang berjumlah sekitar 52 juta unit dikatakan Sharmila telah memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional yakni 56,6 persen produk domestic bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja hingga 97 persen dan pengentasan kemiskinan.

Tetapi peran yang strategis tersebut hendaknya tidak menjadi alasan bagi pemerintah mengabaikan sektor koperasi. Sebab pada kenyataannya, banyak sektor UKM yang tidak mampu tumbuh sesuai harapan pemeirntah.

‘”Ada banyak sektor UKM yang tumbuh mati, lalu tumbuh lagi dan mati lagi,” lanjutnya.

Itu artinya sebagian besar UKM sesungguhnya tidak memiliki kontinuitas usaha yang pasti. Mereka tumbuh saat pemerintah memberikan bantuan atau hibah, lalu mati seiring habisnya bantuan.

Sektor UKM, kata Sharmila juga banyak yang tidak bisa tumbuh maksimal mengingat keterbatasan kemampuan produksi, inovasi, jaringan dan pemasaran dari pelaku UKM itu sendiri. Tanpa didukung oleh komponen tersebut, mustahil UKM bisa berkembang dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.

“Kita tahu bahwa sekitar 60 persen pelaku UKM adalah perempuan. Tanpa mengecilkan peran perempuan, tentu kita juga tahu bahwa perempuan memiliki keterbatasan gerak, waktu dan pengetahuan,” tukasnya.

Karena itu menurut Sharmila, ditengah pesatnya pertumbuhan UKM, pemerintah hendaknya tetap memperhatikan sektor koperasi. Setidaknya, UKM yang ada digiring untuk berkembang dibawah pembinaan koperasi.

Sebab membangun koperasi bukan hanya berdimensi ekonomi melainkan juga berdimensi sosial yakni mengutamakan kesejahteraan seluruh anggotanya secara gotong-royong. (inung)

Teks foto: Ketua Umum Inkowapi Ir Sharmila disela keterangan persnya terkait lambannya perkembangan koperasi. (inung)