Thursday, 14 November 2019

114 Formasi CPNS di Jatim Tidak Terisi

Sabtu, 28 Desember 2013 — 6:53 WIB
formasicpns2812

SURABAYA(Pos Kota)- Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari pelamar umum di Jawa Timur telah usai. Namun dari jumlah total formasi yang dibutuhkan di 11 instansi yang melakukan seleksi CPNS November lalu, ternyata masih tersisa 114 formasi CPNS yang tidak terisi.

Sekadar diketahui, di Jatim ada 11 instansi yang melakukan rekrutmen CPNS, yakni Pemprov Jatim, Kabupaten Jember, Kabupaten Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tuban, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Malang, dan Kota Probolinggo.

Jumlah formasi yang tidak terisi terbanyak berasal dari Pemereintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dengan 52 formasi.Sidoarjo yang sejatinya membutuhkan 355 tenaga PNS baru, namun hanya 303 yang nilainya memenuhi syarat lulus.

Selain Sidoarjo, rekrutmen CPNS di Pemprov Jatim juga menyisahkan 25 formasi yang nganggur, pasalnya dari 585 formasi yang dibutuhkan hanya mempu terisi 560 formasi saja. Padahal jumlah peserta ujiannya mencapai 28.257 orang, jumlah ini paling banyak dibandingkan instansi lain di Jatim .

Di urutan ketiga, rekrutmen CPNS di kota Surabaya yang menyisahkan 9 formasi yang nganggur. Dari jumlah 375 formasi yang dibuka, hanya terpenuhi 366 saja, padahal saat itu ada 1.680 orang yang mengikuti tes ujian.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Akmal Budianto menilai, tidak terserapnya formasi yang dibuka di berbagai daerah itu akibat kemampuan pelamar yang tidak merata, sehingga tidak bisa memenuhi passing grade yang telah ditetapkan. “Acuan kelulusan kan berdasarkan passing grade, kalau tidak mencapai nilai terendah ya tidak lulus, bila yang melewati passing grade melebihi formasinya, tinggal diranking,” ujarnya, Kamis (26/12).

Menurutnya, nilai yang dikerjakan peserta murni hasil kerja sendiri, dan yang melakukan penilaian itu pun Panselnas bukan masing-masing daerah, sehingga tidak mungkin peserta yang nilainya rendah lulus sementara yang nilainya tinggi tidak lulus. “Jadi meski pelamarnya banyak, tapi nilainya di bawah passing grade, jelas tidak lulus,” tuturnya.

Selain akibat nilai yang tidak mencapai passing grade, menurut Akmal ada pula akibat formasi tersebut tidak diminati oleh pelamar sama sekali, namun faktor peminat yang tidak ada itu, jarang terjadi dan hanya kecil terjadinya di beberapa daerah saja.

Selain itu, peluang bertambahnya formasi yang nganggur pun masih terbuka, bila masih ada peserta yang lulus ujian namun tidak melakukan pemberkasan ke masing-masing instansi, sehingga otomatis peserta itu akan dibatalkan kelulusannya dan tidak bisa diganti peserta ujian lainnya.“Jika tidak ikut pemberkasan peserta akan gugur sendiri,” terangnya.

Sekadar diketahui, nilai passing grade sendiri yang dipatok dalam CPNS tahun 2013 ini terbilang rendah 2 poin dari tahun 2012 lalu, untuk tes yang menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) mematok nilai TKP 108, TIU 70 dan TWK 64 atau total 242 poin. Sementara nilai CAT dipatok lebih tinggi dari LJK, yakni TKP 105, TIU 75 dan TWK 70 atau total 250 poin.(nurqomar)

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jatim, Akmal Budianto