Wednesday, 23 October 2019

Pegawai Pelindo II Mogok, Truk Trailer Macet Parah

Jumat, 17 Januari 2014 — 19:11 WIB
truk

JAKARTA (Pos Kota) – Sudah dua hari ini pegawai Pelindo II mogok kerja, akibatnya sejumlah pelayanan terganggu. Bahkan antrian trailer yang menunggu pelayanan mengular sehingga kemacetan sampai ke luar pelabuhan hingga 6 kilometer. Pengusaha jasa transportasi kontainer mengeluhkan soal kemacetan arus lalu lintas yang akan dan dari ke Pelabuhan Tanjung Priok dalam beberapa hari ini.

Akibat macet yang luar biasa tersebut, ungkap Ketua Umum  Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Priok Gemilang Tarigan, pengusaha angkutan petikemas menderita kerugian Rp9 miliar per hari atau Rp18 miliar selama dua hari ini. “Kalau lancar satu truk bisa dua, tiga kali angkut, sekarang hanya satu kali itupun satu hari satu malam baru sampai tujuan. Dikatakanya, kemacetan disebabkan adanya mogok kerja ratusan pegawai Pelindo II yang tergabung dalam serikat pekerja dan kedua kondisi jalan yang rusak karena hujan.

“Anggota kami 562 perusahaan buru-buru ingin mengeluarkan barangnya sebelum aksi mogok karena khawatir tidak mendapatkan pelayanan, akibatnya volume bongkar muat menjadi naik dan di lapangan pelayanan tidak maksimal petugasnya mogok,” kata Gemilang. “Ada 18 ribu trailer selama dua hari ini operasionalnya terganggu.”

MOGOK SEJAK DUA HARI

Ketua Umum SPPI II Kirnoto mengaku aksi mogok kerja sudah dimulai sejak tanggal Kamis (16/1) pukul:00:01 dinihari. “Kami mohon maaf terpaksa ini dilakukan karena sikap arogansi RJ Lino semakin menjadi-jadi,” paparnya.

Aksi mogok itu juga menyebabkan aktivitas di tiga terminal di Tanjung Priok berhenti total.  Bahkan cerita Kirnoto, otoritas pelabuhan sempat menegur mereka agar tidak mogok, tapi kami tetap melanjutkan aksi kami hingga nanti malam.

Berdasarkan pantauan, hingga Jumat petang antrean truk kontainer masih tampak mengular di sepanjang jalan pelabuhan, terutama di Terminal 2. Sedangkan jalan diluar pelabuhan yang kena dampaknya antrian trailer yakni Jalan Raya Pelabuhan, Jalan Raya Yos Sudarso, Jalan Raya Cilincing Marunda, JalanRE Martadinata hingga Jalan Lodan. Tidak hanya itu, jalan lingkungan juga menjadi jalur alternatif bagi pengendara roda dua khususnya dan empat. (dwi/yo)