Tuesday, 12 November 2019

Hujan Selama Tiga Hari, Banjir Landa Semarang dan Pantura Jateng

Minggu, 19 Januari 2014 — 13:23 WIB
banjir-semarang

SEMARANG (Pos Kota) – Hujan yang terus menerus mengguyur sejumlah wilayah di Jateng mengakibatkan banjir. Sejumlah wilayah yang dilanda banjir itu diantaranya kota Semarang, Batang, Pekalongan dan sejumlah wilayah Jateng bagian selatan.

Di Semarang, hujan terus menerus sejak Jumat hingga Minggu pagi (19/1) mengakibatkan banjir. Di Semarang banjir terparah terjadi di wilayah Kecamatan Semarang Utara. Genangan air di Kecamatan Semarang Utara, terutama di kawasan Kota Lama, menyebabkan akses ke Stasiun Semarang Tawang sejak kemarin terganggu. Meski begitu, air yang masuk ke ruang tunggu penumpang tak serta merta melumpuhkan operasional stasiun KA.

Kegiatan tiketing tetap dilayani petugas dengan keterbatasan. Misalnya melayani calon penumpang di atas becak yang dibolehkan masuk ke stasiun. Sementara untuk penumpang yang kesulitan mengakses Tawang bisa turun atau naik di Stasiun Poncol. Tapi penumpang diminta untuk berkoordinasi dengan petugas atau kepala Stasiun Poncol.

“Kami memberlakukan penghentikan luar biasa KA di Stasiun Poncol untuk mengambil penumpang atau menurunkan penumpang yang tidak bisa masuk ke Tawang karena banjir,” kata Eko Budianto, Kepala Humas PT KAI Daop IV Semarang, Minggu (19/1).

Sejumlah perkampungan di Kawasan Semarang Utara seperti Tawangharjo , Kampung Petek serta Ronggowarsito hingga Minggu pagi masih digenangi air rata-rata setinggi 50 centimeter. Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir yang melanda kota Semarang .

Di Batang dan Pekalongan

Dari Kabupaten Batang dilaporkan Bupati Yoyok Riyo Sudibyo memerintahkan seluruh camat siap siaga, menyusul banjir yang terjadi sejak Jumat (17/1) yang mengakibatkan sebagian perkampungan dan jalan di kota tergenang. Bupati juga menetapkan Kabupaten Batang dalam status tanggap darurat banjir.

Di Pekalongan banjir bahkan sudah terjadi sejak Kamis (16/1) . Hujan deras terus menerus telah  menyebabkan Kota Pekalongan terendam banjir. Banjir terjadi merata hampir di semua kelurahan, terutama di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, Kecamatan Pekalongan Timur, Kecamatan
Pekalongan Barat dan sebagian di Kecamatan Pekalongan Selatan.

Banjir menggenangi jalan, fasilitas publik, sekolah, dan rumah warga. Kelurahan paling parah terendam banjir di antaranya Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara. Banjir juga dilaporkan melanda wilayah Pantura Jateng lain hingga Pemalang , Tegal dan Kabupaten Brebes .

PRAKIRAAN CUACA.

Hari ini, Minggu (19/1) cuaca Kota Semarang diprediksi akan diguyur hujan berintensitas sedang. Dilansir dari situs BMKG, Arah angin dari barat laut berkisar 25 km/jam dengan suhu 24 hingga 30 derajat celcius. Sementara kelembaban udara di sekitar Semarang berkisar 80 hingga 95 persen.

Sementara di daerah lain seperti wilayah Pantura, seperti Brebes, Tegal dan Pemalang, diprediksi hujan berintensitas sedang. Arah angin dari barat laut berkisar 25 km/jam, suhu 24 hingga 30 derajat celcius dan kelembaban udara 70 hingga 95 persen.

Untuk wilayah Jateng Selatan seperti di Purbalingga dan Banyumas, diprediksi hujan berintensitas ringan. Arah angin dari selatan berkecepatan 25 km/jam, dengan suhu 22 hingga 30 derajat celcius dan kelembaban udara 70 sampai 95 persen.

Untuk wilayah Merapi yang meliputi Sleman, Boyolali, Magelang dan Salatiga diprediksi akan diguyur hujan berintensitas sedang. Arah angin dari barat berkecepatan 25 km/jam, dengan suhu 22 hingga 31 derajat celcius dan kelembaban 80 sampai 95 persen .

(suatmadji/sir)

  • suwiryo

    Tidak apa Jakarta, pantura, jateng, manado, makasar banjir. Yang penting, bali, tempat beye dan rombongan demokrat kumpul-kumpul tidak banjir.

    • Yudha Kecel

      stres