Wednesday, 13 November 2019

Perburuan Kursi DPD RI Lebih Berat

Senin, 20 Januari 2014 — 18:51 WIB
Gede Pasek Suardika

JAKARTA (Pos Kota) – Untuk berhasil menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)N RI, perlu kerja keras dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014). Sebab, untuk menjadi anggota DPD RI harus memenangkan pertarungan dengan suara sangat besar.

“Dari setiap provisi, hanya disediakan 4 kursi untuk anggota DPD RI. Sedangkan untuk kursi DPR, satu provinsi, seperti Jawa Barat, bisa sampai 91 kursi. Artinya, perolehan suara calon anggota DPD RI secara logika jauh lebih besar,” kata anggota DPR RI, Gede Pasek Suardika, di DPR, Senin (20/1).

Ia memberi contoh, untuk Jawa Barat tersebut diperebutkan untuk 91 kursi DPR dengan jumlah pemilih sekitar 32,8 juta orang. Artinya, jumlah 32,8 juta itu juga diperebutkan untuk empat kursi DPD RI. “Sehingga secara logika, satu kursi DPD RI kan harus sangat besar suaranya.

Pasek juga memberikan contoh di Bali, tempat dia dulu pernah menjajal untuk jadi anggota DPD RI, Dengan jumlah pemilih 2,9 juta orang, untuk DPR memeperebutkan  9 kursi, sedangkan untuk DPD RI tetap 4 orang.

“Kondisinya, berarti tetap sama, untuk menjadi anggota DPD RI di daerah pemilihan mana pun, cukup berat,” ujarnya.
Ia menceritakan pengalamannya sewaktu ikut konters Pemilu 2004 untuk menjadi anggota DPD RI. Ia berjuang keras, dan akhirnya mendapat suara 63 ribu, dan ternyata tidak bisa meraih kursi DPD RI.

“Dulu saya dapat 63 ribu suara, juga nggak dapat. Waktu itu cuma masuk 10 besar,” ujarnya. Kalau untuk anggota DPR mungkin saja bisa mendapat kursi itu, meski dari hasil penghitungan tingkat terakhir. (winoto/yo)