Tuesday, 12 November 2019

5.443 Hektar Sawah di Banten Gagal Panen

Jumat, 24 Januari 2014 — 6:18 WIB
Sawah Tergenang

SERANG (Pos Kota) – Akibat diguyur hujan seluas 5.443 hektar tanaman padi di wilayah Provinsi Banten terancam gagal panen. Ribuan hektar sawah yang tersebar di Kabupaten/Kota di Banten tersebut terendam banjir dengan ketinggian air 30 hingga 1 meter.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus Tauchid, menjelaskan sawah yang terendam itu yakni, di Kabupaten PandegIang seIuas sawah 3.805 hektar, Kabupaten Serang seIuas 618,5 hektar, Kabupaten Tangerang seIuas 197 hektar, di Kabupaten Lebak seIuas 649 hektar. Sedangkan di Kota Serang seIuas 135,5 hektar dan Kota Tangerang seIuas 38 hektar.

“Yang sudah terkena puso 100 hektar di Kabupaten Tangerang dan Lebak 207 hektar,” jelas Agus Tauchid, Kamis (23/1).

Namun menurut Agus, ancaman gagal panen terhadap ribuan hektar sawah di Banten ini tak akan berpengaruh untuk Ketahanan pangan Banten. Karena, jumIah sawah yang terendam banjir tidak sampai 1 persen dari seIuruh Iuas tanam padi di Banten yang jumIahnya mencapai 400.000 hektar.

“Untuk ketahanan pangan di Banten tak akan berpengaruh. Dan Kerugian hanya dirasakan pada petani secara individu,” ujarnya.

Sementara saat ditanya soaI ganti rugi petani yang mengaIami gagaI panen, Agus menjeIaskan, penanganannya hanya sebatas penggantian benih padi. Sementara untuk pergantiannya harus dibuktikan berita acara puso dihadiri oIeh pernyataan dari kecamatan dan petugas POPT dan mengajukan surat yang ditandatangani bupati/waIikota kepada gubernur untuk mendapatkan cadangan benih daerah.

“Untuk cadangan benih nasionaI (CBN) prosedurnya juga sama, hanya pengajuannya diIakukan oIeh gubernur. Tetapi untuk seIuas lahan sawah yang terancam gagal panen ini memang harus ditangani CBN, karena CBD kita hanya untuk 100 hektar atau 2,5 ton,” tuturnya. (haryono/d)