Thursday, 05 December 2019

Mutasi Pejabat di Depok Ada Unsur Politis

Selasa, 11 Februari 2014 — 17:25 WIB
pemkot1

DEPOK (Pos Kota) – Mutasi pejabat lingkungan Pemkot Depok ditengarai ada unsur politis. Loyalitas terhadap sosok pimpinan cenderung lebih dominan ketimbang profesionalisme kinerja.

Ketua Komisi A DPRD Depok, Edward Sihol alias Edo, mengakui hal itu apalagi menjelang pemilihan legislatif (pileg) dan presiden (pilpres). “Kalau itu sudah jelas. Tapi, yang penting, bagaimana pejabat baru bisa segera beradaptasi untuk bekerja lebih baik,” katanya, kemarin.

Setidaknya, ia melanjutkan, hal itu terlihat dari tidak diisinya tiga kepala dinas terkait pelayanan publik. Yaitu Dinas Tata Ruang Pemukiman (Distarkim), Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag), dan Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo), saat mutasi 89 pejabat Depok (7/2)

Ke-3 dinas itu, katanya, harus diprioritaskan lantaran menyangkut pelayanan masyarakat banyak. “Tapi, memang, tidak mudah menempatkan seseorang masuk dalam pelayanan publik. Salah-salah justru merusak citra pemkot,” tandas politisi asal Partai Demokrat itu. “Kami juga meminta BKD (Badan Kepegawaian Daerah) & Baperjakat (Badan pertimbangan jabatan kepangkatan) untuk mengevaluasi terus kinerja aparaturnya untuk mencapai visi-misi Pemkot Depok.”

Pejabat yang terkena mutasi di antaranya Kadis Kominfo Yulistiani Mochtar mengisi kekosongan  Kadis Bina Marga & Sumber Daya Alam (Bimasda) yang pensiun (Enco Sukarya); Kasatpol Pamong Praja, Gandara Budiana mengisi kekosongan Kadis Perhubungan (Dindin, pensiun), Sekdis Pengelolaan Keuangan & Aset (DKPPA) Nina Suzana dipromosi Kasatpol PP.

Sementara Kabid Jalan Lingkungan Dibimasda kosong sesaat Supomo dimutasi sebagai Kabid Pasar di lingkungan Dinas Pasar Koperasi UMKM pimpinan (Kadis) Agus Suherman. (rinaldi/yo)