Wednesday, 13 November 2019

Berada di Jalur Hijau, 520 Bangunan Liar Dibongkar

Rabu, 12 Februari 2014 — 16:39 WIB
bangli2

BOGOR (Pos Kota) – Sebanyak 520 bangunan liar yang memenuhi jalan sepanjang Pasar Cibinong hingga Sukaraja, dibongkar Satpol PP Kabupaten Bogor Rabu (12/2) siang. Bangunan semi permanen yang berada dipinggir Kali Baru diratakan dengan alat berat. Puing dan material itu lalu didorong ke sungai. Sebagian materialnya diangkut ke dalam truk. Pembongkaran ini membuat arus lalulintas macet.

Sempat terdapat kericuhan dari pemilik bangunan liar. Bahkan ada yang bertahan di atas bangunan. Namun kekuatan Satpol PP dibantu kepolisian dan TNI yang cukup banyak, membuat kericuhan cepat mereda. Poniju 42, pemilik toko burung yang bertahan di atas bangunan diturunkan paksa petugas. Ia berusaha melempar petugas dengan batu yang dibawanya. Namun petugas tetap maju dan bangunannya dirobohkan.

“Ada 200 petugas Satpol PP saya turunkan. Mereka dibantu polisi dan TNI. Satu alat berat dan delapan truk diturunkan, guna mengangkut puing-puing bangunan ilegal,” kata TB Lutfi Syam, Kadis PP Kabupaten Bogor. Menurut Lutfi, keberadaan bangunan liar, selain merusak wajah kota, juga berada di pinggir sungai dan kawasan hijau kota.

Ika Kartika, pedagang,  mengaku sejak di PHK dari perusahaan, ia memilih berdagang. Warga Ciamis ini mengaku, sudah dua kali lokasi jualannya dirobohkan. Dirinya pernah memberi uang keamanan Rp100 ribu ke oknum Satpol PP.

“Uang pesangon saya pakai jualan. Untuk buat bangunan ini, saya habis Rp4 juta. Ini sudah dua kali bangunan tempat saya jualan dibongkar,” kata Ika. Ia menjelaskan, kini modal usaha sudah ludes. Pasalnya, belum lama ia kembali membangun dengan mengeluarkan biaya jutaan, kini dibongkar lagi.

bangli31

“Kami sadar usaha berada di tempat yang ilegal. Relokasi tempat ini, kami siap bayar pajak. Kami butuh makan,” ujar ibu empat anak ini. Ia pun karena tidak bisa lagi berjualan. Suaminya sebagai buruh serabutan, juga kini sedang sepi pekerjaan. (yopi/yo)