Wednesday, 13 November 2019

301 Anggota DPR Bolos

Rabu, 19 Februari 2014 — 5:07 WIB
mlompong

JAKARTA (Pos Kota) – Makin parah saja tingkat kehadiran anggota DPR. Rapat-rapat komisi kosong, hanya hitungan jari anggota yang datang. Rapat paripurna Selasa (18/2), mencapai 301 anggota yang absen.

Melihat banyaknya anggota DPR yang membolos dalam rapat paripurna itu, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, selaku pimpinan rapat mengaku sangat prihatin. Untuk diketahui, selain 301 anggota yang membolos dalam rapat paripurna, malasnya anggota DPR terlihat juga saat rapat komisi.
Dalam rapat dengan Jaksa Agung Basrief Arief, jumlah anggota Komisi III DPR yang hadir hanya 13 orang dari 52 anggotanya.

Sedangkan dalam rapat dengan Menlu Marty Natalegawa, 21 anggota hadir dari 45 anggota. Sebelumnya, di Komisi IV DPR saat rapat dengan Menteri Pertanian (Senin, 17/2) hanya dihadiri belasan anggota, demikian juga di Komisi X saat rapat dengan Menperekraf Mari E Pangestu.

BISA DIPECAT

Menurut Pramono Anung, anggota Dewan mengeluh lantaran sidang paripurna terlalu bertele-tele dan membosankan. Selain itu, mereka saat ini pikirannya adalah Dapil (daerah pemilihan). “Karena Pemilu makin dekat, mereka makin sering berada di Dapil untuk mendekatkan diri kepada konstituen,” ujarnya.

Dengan kondisi malasnya para anggota DPR, pihaknya bertekad untuk mengubah aturan yang ada, yakni bisa dipecat dari DPR kalau 6 kali berturut-turut tidak hadir dalam rapat paripurna.
Untuk sekarang ini, ia menantang Badan Kehormatan (BK) DPR untuk membuka rekapitulasi absensi, siapa saja yang sering membolos. “Absensi itu kewenangan BK, silakan BK yang membuka rekapnya. Karena kalau pimpinan yang membuka nanti dianggap melanggar aturan,” ujar Pramono.

Pengamat dari PSHK (Pusat Studi Hukum dan Kebijakan) Ronald Rofiandri mendukung dibukanya rekapitulasi absensi anggota DPR. Ini karena BK DPR sendiri sudah menyatakan, jangan dipilih anggota DPR yang sering membolos. (ahi/winoto/o)

Foto ilustrasi

  • aliarumadi

    wah parah banget nih anggota DPR. ga mewakilkan rakyat