Thursday, 14 November 2019

Menteri Dari Parpol Dinilai Korupsi Waktu

Jumat, 21 Februari 2014 — 14:47 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri-menteri yang berasal dari partai politik (parpol) menjelang Pemilu 2014 ini akan disibukkan dengan kegiatan parpolnya. Mereka itu melakukan korupsi waktu karena masih sibuk di parpol di hari kerjanya.

Itu disampaikan mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier yang kini aktif di Partai Hanura. “Jadi saya kira mereka akan sibuk dengan kegiatan parpolnya,” papar Fuad yang dihubungi di Jakarta, Jumat (21/02). Ia mengatakan para menteri melakukan tugas kementeriannya ke daerah, tapi juga mereka pasti akan mampir di acara partainya di daerah tersebut.

“Para menteri itu seharusnya memberikan tauladan agar lebih mengutamakan tugas negaranya daripada parpolnya. Mereka harus menjadi negarawan yang baik,” tambah Fuad. Tetapi, menurut Fuad, sulit juga menasihati para menteri yang berasal dari parpol itu, karena presidennya juga pengurus parpol,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Fuad, siapapun yang menjadi presiden terpilih, maka kalau memang mau menarik kader parpol menjadi menteri, maka yang bersangkutan harus melepaskan diri posisinya di parpol. “Ini sangat perlu agar mereka tidak disibukkan dengan kegiatan di parpol, dan fokus dengan tugasnya negara. Presiden nanti harus bersikap tegas, termasuk presidennya sendiri agar tidak aktif di parpol,” papar Fuad.

Seperti diketahui ada 16 menteri yang berasal dari parpol di pemerintahan SBY-Boediono yakni,  Agung Laksono (Menko Kesra), Amir Syamsuddin (Menkum HAM), Azwar Abubakar (Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara), Djan Faridz (Menteri Perumahan Rakyat), EE Mangindaan (Menteri Perhubungan), Hatta Rajasa (Menko Perekonomian).

Selain itu, Helmy Faishal Zaini (Menteri PDT), Jero Wacik (Menteri ESDM), Muhaimin Iskandar (Menakertrans), Roy Suryo (Menpora), Salim Segaf Al-Jufrie (Mensos), Suryadharma Ali (Menteri Agama), Suswono (Menteri Pertanian), Sharif Cicip Sutardjo (menteri Kelautan), Syarief Hasan (Menteri UKM), Tifatul Sembiring (Menteri Komunikasi dan IT), dan Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan).  (johara/yo)