Monday, 09 December 2019

Gerindra: Profesor Rhoma Irama Bisa Dipidana

Rabu, 26 Februari 2014 — 20:20 WIB
Prof. Rhoma Irama

JAKARTA (Pos Kota) – Langkah Rhoma Irama yang mencantumkan gelar profesor di berbagai spanduknya, dinilai sebagai sikap yang perlu dihargai. Tapi, bisa dipidana kalau ada yang dilanggar.

“Saya menghargai pemasangan gelar profesor itu, saya nilai itu langkah berani. Kalau saya gak berani. Tapi di negeri ini ada aturan, bisa dipidana kalau ada aturan yang dilanggar dan diperoleh dengan tidak wajar. Gelar profesor di sini tidak mudah,” kata anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat, di DPR, Rabu (26/2)

Menurut dia, di Indonesia ada aturan untuk gelar profesor. Dulu gelar itu dinilai dari hasil karya ilmiahnya, berapa jumlahnya, semua dinilai.

Dulu profesor biasanya harus mencapai 1000 kreditnya, profesor diberikan negara, melalui kementerian terkait. Sekarang, prinsipnya sama, ada aturan, dan karya ilmiah yang jadi acuannya.

“Makanya, itu harus hati-hati untuk menyematkan gelar profesor, harus didukung karya ilmiah,” ujarnya.

Soal kemungkinan profesor Rhoma itu diberikan pihak asing, Martin menyatakan boleh-boleh saja, tapi di sana pasti tetap ada aturannya.

Menurut dia, sebenarnya, orang yang mencantumkan gelar itu merupakan tokoh-tokoh yang tidak percaya diri. Dalam kasus Rhoma, Martin mengaku heran, kenapa harus mencantumkan gelar profesor itu.

“Rhoma itu kan sudah sangat terkenal, bahkan sudah dihormati, dan disejajarkan dengan calon presiden yang ada saat ini, ini kok pakai menggunakan gelar profesor segala. Tidak usahlah itu, malah jadi lucu,” ujarnya. (Winoto/d)