Friday, 18 October 2019

Ciliwung Banjir, Warga Kampung Pulo Kembali Ngungsi

Senin, 3 Maret 2014 — 10:22 WIB
Banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur. (ilustrasi)

Banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur. (ilustrasi)

JATINEGARA (Pos Kota) – Kawasan Bogor yang pada Minggu (2/3) hingga Senin (3/3) diguyur hujan, membuat kawasan Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali tergenang setelah sebelumnya surut. Air setinggi 1,5 meter menenggelamkan ratusan rumah yang berdiri dibantaran kali Ciliwung itu.

Camat Jatinegara, Syofian Taher mengatakan, hingga pagi tadi, banjir merendam tujuh RW dan 47 RT yang ada di Kampung Melayu. Ketinggian air pun bervariasi mulai dari 30 hingga 150 sentimeter. “Sebagian besar rumah warga yang terendam, hanya berjarak sekitar 15 meter dari bantaran kali,” katanya, Senin (3/3).

Menurutnya, saat ini sebanyak sekitar 179 warga sudah mulai mengungsi. Mereka ditempatkan dibeberapa titik seperti, di kantor Suku Dinas Kesehatan 27 jiwa, dan di RS Hermina sebanyak 152 jiwa. “Sebagian besar warga masih tetap bertahan di lantai dua rumahnya,” ujarnya.

Aryani, 39, warga RT 003/03 Kampung Melayu, mengaku sebenarnya banjir Minggu (2/3) sore kemarin telah surut, namun, Senin (3/3) dinihari sekitar pk 04:00 Kali Ciliwung kembali meluap dan merendam rumahnya. “Kemarin sebagian barang-barang sudah diturunkan dari lantai dua, eh semalam jadi dinaikin lagi,” katanya.

Menurut ibu dua anak ini, meski banjir yang telah menenggelamkan rumahnya hampir 1,5 bulan ini, ia masih enggan untuk direlokasi. Pasalnya, belum ada kesepakatan harga atas nilai bangunan yang selama ini ia tempati. “Saya nungguin pembayaran dulu, kalau menguntungkan baru mau direlokasi. Soalnya sejauh ini belum ada sosialisasi lagi terkait relokasi dan normalisasi Kali Ciliwung,” ungkapnya.

(ifand/sir)

kampung-pulo-banjirTeks Gbr- Warga Kampung Pulo mulai mengungsi lagi. (ifand)

  • desi

    sudah tahu kalo tiap tahun pasti kebanjiran, mengapa nggak mau pindah.. bantaran sungai ya wajarlah kalau kena banjir.. dampak dari urbanisasi.. pemda DKI mending mengurus problem lainnya yg lebih penting.. capek deh..