Friday, 15 November 2019

Murid Tak Bisa Belajar

Kantor Lurah dan Sekolah Disegel Ahli Waris

Senin, 3 Maret 2014 — 20:53 WIB
segel1

CIPUTAT (Pos Kota) – Kasus sengekta lahan milik warga atau ahli waris dengan pemerintahan kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) kembali terjadi. Kini giliran kantor pelayanan masyarakat  Kelurahan Sawah Baru dan Gedung SDN Sawah Baru 1 dan 2, Kec. Ciputat yang disegel pintu gerbangnya.

Aksi penyegelan lahan di atas tanah seluas 2.071,62 M2 di depan pintu gerbang pagar besi oleh warga yang mengaku ahli waris Rijin Nuri, dilakukan sejak pukul 07:00, Senin (3/3) saat siswa SDN Sawah Baru 1 dan 2 serta karyawan kantor kelurahan setempat belum datang. Bukan hanya menyegel pintu gerbang saja di atas lahan tersebut tapi juga pagar tembok dipasang spanduk besar yang berisi tuntutan ahli waris agar Pemkot Tangsel membayar ganti rugi lahan tersebut.

“Kami tak berani masuk dan membongkar segel yang terpasang dan terpaksa sejumlah siswa SDN Sawah Baru 1 dan 2 diminta untuk pulang sambil menunggu jajaran pemkot Tangsel untuk menuntaskan masalah ini,” kata Ny. Rian, orang tua murid SDN Sawah Baru 1 yang kecewa dengan aksi mendadak tersebut.

Menurut dia, sejumlah orang tua murid dan karyawan kantor kelurahan tak bisa berbuat banyak karena warga yang mengaku ahli waris telah memasang  kertas segel dan selebaran yang berisikan antara lain melarang segala bentuk kegiatan di sekolah maupun di kantor kelurahan, sampai urusan sengketa antara Pemkot Tangsel dengan ahli waris diselesaikan terlebih dulu karena kasusunya sudah puluhan tahun tak tuntas.

Melihat hal itu, tambah dia, tentunya orang tua murid dan karyawan tak bias berbuat apa-apa hanya menunggu penjelasan pihak terkait termasuk kepala sekolah dan pejabat Pemkot Tangsel untuk menyelesaikan masalah ini. “Yang jelas akibat kejadian ini ratusan siswa di kedua sekolah dasar negeri tersebut, tak bisa mengikuti ujian mid semester yang sebenarnya baru memasuki hari pertama,” tuturnya kecewa.

Mendengar adanya aksi penyegelan pintu gerbang oleh warga yang mengaku ahli waris lahan diatas tiga bangunan milik  Pemkot Tangsel tersebut. Kepala Sekolah SDN Sawah Baru 2, Hardianah, memberikan penjelasan kepada orang tua murid dan minta maaf untuk sementara pelaksanaan mid semester ditunda.

“Kami menunggu kedatangan jajaran pemkot Tangsel untuk melakukan musyawarah dan diharapkan besok sudah bisa bersekolah lagi,” ujarnya yang mengaku ada sekitar 478 murid di SDN Sawah Baru 2 dan  317 murid di SDN Sawah Baru 1.

DIBERIKAN WAKTU SATU MINGGU

Sekitar pukul 09:00, akhirnya jajaran Pemkot Tangsel yang dipimpin Asisten Daerah (Asda) III Kota Tangsel, Nur Slamet, Kepala Dinas Pendidikan (Kandindik) setempat, Matohda dan Camat Ciputat, Deden Juardi langsung mendatangi rumah warga yang mengaku ahli waris Rijin Nuri yang diwakili Kholidin di rumah kediamannya.

Dalam pertemuan itu, Kholidin, mengatakan alasan penyegelan bangunan kantor kelurahan dan dua sekolah tersebut karena sudah lama menanti dan menunggu jawaban pembayaran ganti rugi atas 1.268,58 meter persegi yang ditempati bangunan sekolah. Serta 804,04 meter persegi yang di atasnya berdiri kantor kelurahan tapi tak pernah ada jawaban sama sekali.

“Sudah berulang kali ditanyakan dan mengirim surat tuntutan kepada kelurahan, kecamatan hingga Walikota Tangsel tak ada tanggapan sama sekali,” ujarnya. Pihaknya hanya menuntut ganti rugi yang sepadan atau wajar jika tak dipenuhi terpaksa ahli waris akan menyegel pintu pagar selamanya sebelum masalah ini diselesaikan.”

Ganti rugi yang diminta Rp3 juta/meter dan bila tak ada jawaban selama satu minggu terpaksa akan disegel dan menembok dengan batu kali dipintu masuk. .

Sementara itu, Asda III Kota Tangsel, Nur Slamet, mengatakan pihaknya akan berunding dan menjanjikan ada jawaban sebelum satu minggu berupa surat resmi dari Pemkot Tangsel. “Namun kalau persoalan sengketa tanah akan ditindak lanjuti ke Pemkot Tangsel,” tuturnya. (anton/yo)

Teks foto: Suasana penyegelan sekolah dan kantor kelurahan di Ciputat. (anton)

Terbaru

MRT melintas di tengah ibukota Jakarta. (toga)
Jumat, 15/11/2019 — 9:09 WIB
Apartemen Disiapkan di 5 Kawasan Stasiun Transit
ilustrasi
Jumat, 15/11/2019 — 9:09 WIB
Diintimidasi Jaksa? Laporkan!
Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata. (instagram)
Jumat, 15/11/2019 — 8:57 WIB
Dimas Suka Pedas, Nadine Tanah Pohon Cabei