Wednesday, 23 October 2019

Kebakaran Hutan di Riau Sudah Jadi Musim Tahunan

Selasa, 4 Maret 2014 — 23:16 WIB
karhut

JAKARTA (Pos Kota) – Kebakaran hutan seolah menjadi tradisi tahunan di Riau. Setiap tahun pasti akan tertutup kabut asap tebal akibat kebakaran hutan di Riau.

Akibat asap tebal, sudah dipastikan semua kegiatan masyarakat terganggu. Tidak hanya itu jadwal penerbangan ke Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat seringkali harus dihentikan karena tebalnya kabut asap yang menyelimuti ketiga kawasan tersebut.

Desmaniar Dirut Lembaga Hukum & Advokasi LIRA Riau mengatakan, luasnya kebakaran hutan di Provinsi Riau sengaja dibiarkan terjadi.

“Kebakaran hutan sudah tradisi di Riau. Kami disini mengalami 3 musim, musim panas, musim hujan, dan musim asap. Kami sempat mengalami 3 bulan tidak melihat matahari karena tebalnya kabut asap,” ungkapnya, Selasa (4/3).

Desmaniar menambahkan, kebakaran hutan di Riau terjadi dampak eksploitasi besar-besaran oleh perusahaan perkebunan sawit, terutama perusahaan dari Malaysia. “Setiap tahun sekitar 3.500 hektar hutan sengaja dibakar untuk dibuat perkebunan kelapa sawit. Perusahaan membakar dengan maksud membersihkan hutan untuk menanam sawit. Ini merupakan cara yang paling murah, tidak mengeluarkan cost. Kebijakan dan peraturan dari pemerintah harus dilaksanakan terkait kebakaran hutan. Jangan masyarakat yang ditangkap untuk dijadikan kambing hitam, tapi perusahaan-perusahaan yang membakar hutan yang harus ditangkap,” ungkap Desmaniar.

Pengamat lingkungan asal Riau Hasanuddin menambahkan, setiap tahunnya, di setiap musim panas sudah dipastikan terjadi kebakaran hutan di Riau. Penyebabnya bermacam-macam ada yang karena warga sembarangan buang puntung rokok di hutan, atau memang lahan sengaja dibakar,” ujarnya.

Hasanuddin menambahkan, meluasnya kebakaran hutan sehingga mengakibatkan kabut asap tebal dikarenakan masyarakat tidak peduli karena lahan itu diolah oleh perusahaan. Sedangkan pemerintah lambat dalam menanggani bencana ini dan tidak maksimal,” ujarnya (rizal)

Foto ilustrasi