Friday, 22 November 2019

Anas Dijerat Pasal Pencucian Uang Dinilai Berbau Politik

Rabu, 5 Maret 2014 — 23:45 WIB
polanas

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Atas itu, pengacara Anas, Firman Wijaya, menduga keputusan tersebut mengandung kepentingan politik.

Firman menyebutkan, KPK tidak berani memeriksa Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Sebaliknya, perlakuan berbeda diberikan terhadap kliennya.

“Ya, saya menduga demikian (ada kepentingan politik). Saya bilang, KPK kepada Pak Anas keras. Tetapi kepada Ibas meski banyak (kasus) yang dikaitkan, nyatanya melemah,” katanya, saat dihubungi wartawan, Rabu (5/3).

Firman kemudian mempertanyakan proses penyidikan yang belum menyentuh semua pihak, termasuk terhadap penanggung jawab kongres Partai Demokrat 2010. “Sampai saat ini kongres saja enggak pernah tegas, itu kan ada keberpihakan,” katanya lagi.

Firman mengaku baru mendengar keputusan penetapan kliennya sebagai tersangka TPPU dari media massa. Ia lantas berharap komisi pimpinan Abraham Samad ini segera menyampaikan penetapan itu langsung kepadanya.

Meski demikian, Firman menegaskan pihaknya siap jika KPK harus menelusuri bahkan menyita aset-aset yang diduga berkaitan dengan TPPU Anas.

Andika Hunggowongso, pengacara Anas lainnya, juga mengaku tidak heran bila kliennya dijerat KPK dengan pasal TPPU. Menurutnya, hal itu terkait dengan omongan Anas mengenai kasus Century.

“Saat mas Anas menyebutkan diperintahkan untuk mengamankan Pansus Century, ada ancaman untuk menetapkan Mas Anas sebagai tersangka TPPU kalau masih berani berbicara,” ungkapnya.

Ancaman itu, katanya, didapat dari seseorang melalui telepon. Namun, ia mengaku tidak tahu siapa orang itu.

“Ada pihak yang menelepon tetapi tidak mau menyebut nama. Maka enggak heran kalau hari ini KPK mengumumkan (Anas) tersangka TPPU,” katanya. “Ini resiko jika membuka lembaran baru sesuai dengan harapan publik,” tutupnya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo mengumumkan KPK telah menetapkan Anas sebagai tersangka TPPU. Menurut Johan, pemberian pasal TPPU terhadap Anas berdasarkan hasil pengembangan penyidikan dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat, dan proyek lain yang sebelumnya menjerat Anas.

“Penetapan ini dari pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat AU,” katanya. (yulian)

Anas Urbaningrum

  • Hanung Nugroho

    janji anas yg di monas nanti gimana tuh ?