Tuesday, 19 November 2019

Dijerat Pasal Pencucian Uang, Anas Tidak Terkejut

Jumat, 7 Maret 2014 — 17:19 WIB
Anas Ditahan KPK-Julian01-n

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku tidak terkejut saat KPK menjeratnya dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ia mengklaim informasi tersebut sudah lebih dulu bocor sejak sebulan lalu.

“Saya sudah dengar sebulan yang lalu. Ada seseorang yang mengumumkan di lantai 9 kepada para tahanan yang lain,” bebernya, usai kembali diperiksa KPK sekitar 100 menit, Jumat (7/3) pagi.

Namun, ia merahasiakan siapa orang yang lebih dulu memberikannya informasi itu. Dia hanya menyebut orang itu sebagai orang yang istimewa. “Pokoknya orang istimewa di sini (KPK) dan istimewa juga bagi orang yang berkuasa,” ucap Ketua Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu.

Saat disinggung apakah orang yang dimaksudkannya itu adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng atau mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin, mantan Ketua Fraksi Demokrat di DPR itu hanya tersenyum sambil terus berjalan menuju mobil tahanan untuk kembali ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

Seperti diketahui, saat ini Andi juga mendekam di Rutan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sementara, Nazaruddin, terpidana korupsi pembangunan wisma atlet masih sering bolak-balik diperiksa KPK.

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad membantah ada kebocoran soal penetapan Anas sebagai tersangka TPPU. Pasalnya, menurut dia, surat perintah penyidikan (Sprindik) mengenai kasus itu baru diterbitkan pada Jumat pekan lalu.

“Mungkin itu agak keliru karena menurut saya ketika kami akan menetapkan seseorang sebagai tersangka TPPU, kan berdasarkan pola kasusnya. Kasusnya diolah sedemikian rupa, kemudian diekspos lalu dicocokkan, divalidasi, dengan bukti saksi dan bukti lainnya. Baru kemudian ditentukan apakah yang bersangkutan dikenakan pasal TPPU atau tidak,” urainya, Kamis (6/3).

“Jadi jika yang bersangkutan sudah dikasih tahu sebulan yang lalu saya pikir tidak tepat karena itu baru kami temukan,” imbuhnya.

KPK melalui juru bicaranya, Johan Budi Sapto Prabowo mengumumkan penetapan Anas sebagai tersangka pencucian uang, Rabu (5/3).

Johan menjelaskan, sangkaan TPPU kepada Anas itu merupakan pengembangan penyidikan kasus penerimaan gratifikasi terkait proyek P3SON Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dan proyek-proyek lain yang lebih dulu menjerat Anas.‬ (yulian/d)