Thursday, 21 November 2019

Akhir Maret Tunjangan Profesi Guru Dibayarkan

Rabu, 12 Maret 2014 — 18:38 WIB

JAKARTA (Pos Kota)- Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad memastikan bahwa tunjangan profesi bagi guru PNS dan non PNS akan dibayarkan akhir Maret 2014.

Sampai saat ini sudah 77 persen guru PNS dan 83 persen guru non PNS sudah menerima SK pencairan tunjangan profesi.

“Jadi prosesnya tinggal mengirimkan tunjangan profesi tersebut langsung ke rekening masing-masing guru,” jelas Hamid disela peresmian layanan unit pelaksana teknis data pokok pendidikan (Dapodik) dikdas di gedung C lantai 19 Kemendikbud, Rabu (12/3).

Sedang guru yang belum menerima SK pencairan tunjangan profesi saat ini masih divalidasi data-datanya. Terutama terkait keterangan jam mengajar 40 jam dan rombongan belajar (rombel). Validasi data tersebut masih terus dikebut oleh tim teknis Dapodik Dikdas Kemendikbud.

Hamid mengakui dalam proses validasi tersebut menemukan adanya data-data guru yang tidak memenuhi persyaratan untuk menerima tunjangan profesi. Terhadap kasus tersebut pihaknya berupaya memberikan penjelasan agar ke depan diperbaiki dan dilengkapi oleh guru yang bersangkutan.

Hamid mengatakan bahwa proses pembayaran tunjangan profesi guru non PNS berada dibawah wewenang Kemendikbud melalui anggaran DIPA. Sehingga prosesnya jauh lebih mudah diawasi.

Sedang untuk guru-guru PNS, proses pembayaran tunjangan profesi dilakukan oleh Kementerian Keuangan melalui transfer daerah. Teknis pencairan dana tunjangan profesi melalui transfer daerah inilah yang belakangan menimbulkan masalah. Karena banyak guru yang sampai saat ini belum mendapatkan pembayaran tunjangan profesi meski anggaran sudah ditransfer ke rekening daerah.

Dari Rp 20 triliun anggaran tunjangan profesi guru tahun 2011-2012 misalnya, hingga kini diperkirakan ada Rp 8,3 triliun yang masih ngendap di kas daerah.
Terhadap kasus tersebut BPK sendiri masih terus melakukan audit.

Ditargetkan pekan ini hasil audit sudah keluar dan langsung dikirim ke daerah agar daerah segera membayarkan tunjangan profesi guru yang tertunda-tunda.

Sementara itu terkait posko layanan Dapodik Dikdas, Direktur Pembinaan Pendidik dan tenaga kependidikan (P2TK) Ditjen Dikdas Kemdikbud Sumarna Surapranata mengatakan bahwa meski database Dapodik sudah bisa diakses melalui online, banyak guru didaerah yang datang ke Kemendikbud untuk mengurus langsung atau menanyakan kabar tunjangan profesi guru.

“Banyak yang merasa dipimpong. Dengan unit ini, maka segala persoalan dilapangan terkait tunjangan profesi, Dapodik atau impassing bisa diselesaikan,” pungkasnya. (Inung/d)

Terbaru

bri
Jumat, 22/11/2019 — 1:09 WIB
Panglima TNI Terima Kunjungan Direksi BRI
Wali Kota Depok Muhammad Idris saat melantik sekitar 55 orang administrator dan pengawas di lingkungan Kota Depok. (anton)
Kamis, 21/11/2019 — 23:34 WIB
Usai Mutasi, 55 ASN Depok Dilantik Mendadak
Indra Syafrie
Kamis, 21/11/2019 — 23:13 WIB
SEA Games 2019
Timnas Indonesia Tiba di Filipina